Fungsi Amperemeter Beserta Definisi Secara Lengkap

Published by iqbal alaudin on

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang fungsi amperemeter. Tapi sebelum itu, amperemeter adalah salah satu alat elektronik yang banyak digunakan oleh teknisi listrik. Teknisi sendiri tak hanya memiliki satu barang elektronik, namun banyak sekali alat penunjang lainnya. Salah satunya yaitu amperemeter ini.

Alat ukur ini adalah hasil dari kemajuan teknologi yang bermanfaat sekali untuk membantu kegiatan manusia. Fungsi amperemeter juga sangat berkaitan dengan alat ukur lain seperti voltmeter. Akan tetapi, cara penggunaan yang berbeda dan memiliki fungsi masing masing.

Pengertian dari Amperemeter :

Fungsi amperemeter

Amperemeter adalah alat ukur yang  digunakan untuk mengukur nilai arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian listrik.  Fungsi amperemeter digunakan oleh para teknisi dalam eksekusi alat multitester atau avometer yang mana merupakan gabungan dari kegunaan amperemeter, ohmmeter, dan juga voltmeter.

Amperemeter selalu beroperasi berdasarkan pada gaya Lorentz dan gaya magnetis. Gaya lorentz ini terjadi ketika kumparan berlapis medan magnet yang di dalamnya teraliri oleh arus listrik. Susunan Ampermeter dibuat atas mikroamperemeter dan shunt. Dua komponen tersebut berfungsi untuk mendeteksi arus pada rangkaian arus yang kecil, sedangkan untuk arus listrik yang besar perlu ditambah dengan hambatan shunt.

Sejarah Amperemeter

André-Marie Ampère penemu amperemeter

Berikut Adalah Sejarah dari Amperemeter :

Amperemeter memiliki simbol yaitu (A). Satuan ini diambil dari nama André-Marie Ampère, seorang penemu elektromagnetisme. André-Marie Ampère lahir pada 20 Januari 1775 dan meninggal 10 Juni 1836 saat umur 61 tahun. Beliau adalah fisikawan dan ilmuwan  yang berasal Perancis.

Ampère memiliki kemampuan serba bisa dalam bidang fisika dan ia juga merupakan salah satu pelopor bidang listrik dinamis (elektrodinamika). Ia lahir di Polèmièux-au-Mont-d’Or dekat dengan kota Lyon. Ampère merupakan ilmuwan pertama yang mengembangkan alat untuk mengamati. Bahwa dua batang konduktor yang diletakkan berdampingan dan keduanya dialiri listrik searah akan saling tarik menarik dan jika berlawanan arah akan saling tolak menolak (elektromagnetis).

Fungsi Amperemeter

Berikut Adalah Fungsi Amperemeter :

Fungsi amperemeter adalah sebagai pengukur kuat arus listrik pada rangkaian tertutup pada panel listrik. Fungsi amperemeter sangat berbeda dengan fungsi voltmeter yang digunakan sebagai pengukur beda potensial pada dua titik dalam rangkaian listrik.

Fungsi amperemeter juga dibagi menjadi hambatan seri atau multiplier dan juga galvanometer. Fungsi amperemeter akan bekerja lebih baik dan kemampuan amperemeter akan meningkat jika ditambah dengan multiplier. Jika kamu memakai alat ini, kamu akan menjumpai tulisan A dan mA yang mempunyai arti yaitu, A merupakan Amperemeter dan mA merupakan miliamperemeter atau mikroamperemeter.

Fungsi dari Bagian Bagian Amperemeter

bagian bagian Amperemeter

fazarjaya.blogspot.com

Pada fungsi amperemeter memilki bagian bagian layaknya alat elektronik lainnya. Didalam amperemeter terdapat komponen komponen sebagai penunjang dari amperemeter sendiri seperti, kumparan kawat, magnet, pegas spiral, skala kalibrasi, coil dan bimetal. 

Berikut Adalah Bagian Bagian Amperemeter :

  • Jarum Penunjuk Skala (Amperemeter a\Analog) : Jarum skala berfungsi sebagai penunjuk besar kecil arus yang terukur. Jarum ini akan berhenti dengan sendirinya ketika skala sudah sesuai dengan besaran yang di ukur
  • Probe : Probe berfungsi untuk menentukan polaritas amperemeter. Selain itu probe juga digunakan untuk menentukan kutub positif pada amperemeter.
  • Kalibrator : Kalibrator berfungsi untuk menentukan kalibrasi atau penunjukan skala pada anga nol (0) dengan tepat, segaris dengan jarum penunjuk skala.
  • Ground : Ground berfungsi sebagai penetral yang bermuatan negative.
  • Kumparan Kawat : Kumparan kawat berfungsi sebagai penghantar listrik.
  • Cermin pemantul : Cermin berfungsi sebagai panduan untuk ketepatan pembacaan skala. Alat ini berada pada papan skala amperemeter.

Layaknya volmeter, fungsi amperemeter akan lebih maksimal bila digabungkan dengan multiplier. Dengan penambahan multiplier ini kemampuannya akan bertambah berkali lipat besar daripada sebelumnya. Ketika arus listrik dan medan magnet saling bertemu maka akan timbul gaya magnet. Gaya itulah nanti yang akan menggerakkan jarum. Besar kecil penyimpangan jarum akan dipengaruhi oleh arus listrik yang mengalir.

Baca Juga :

  1. Fungsi Voltmeter, Definisi, dan Cara Menggunakannya
  2. Sifat Benda Cair Beserta Definisi dan Ciri-Cirinya
  3. 21 Jenis Ikan Cupang Hias & Liar Terlaris di Pasaran
  4. 7 Cara Ampuh Menghilangkan Ketombe Dengan Jeruk Nipis

Fungsi Prinsip Kerja Amperemeter :

Fungsi amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (Gaya Lorentz). Ketika arus listrik mengalir melalui kumparan kawat yang dilingkupi oleh medan magnet maka akan timbul gaya lorentz yang menggerakan jarum penunjuk menyimpang.

Jika arus yang melalui kumparan besar, maka gaya yang muncul akan membesar sehingga, penyimpangan jarum penunjuk tertuju pada angka lebih besar. Dan sebaliknya, jika kuat kecil atau tidak ada sama sekali, maka jarum penunjuk pun akan kembali pada posisi semula oleh pegas. Nah, besar gaya inilah yang dimaksud dengan Prinsip Gaya Lorentz.

Rumus Gaya Lorentz yakni : F = B. I. L

Jenis Jenis Amperemeter

Fungsi Amperemeter analog dan digital

muazafra4797.blogspot.com

Tak hanya fungsi amperemeter dan definisinya saja yang akan kita bahas. Dibawah ini kita menjelaskan mengenai jenis jenis amperemeter.

Berikut Adalah Fungsi dari Jenis Jenis Amperemeter :

1. Amperemeter AC.

Fungsi amperemeter AC adalah alat ukur untuk susunan rangkaian seri. Alat ini akan memperoleh arus yang melalui kumparan penghantar yang telah terpasang pada suatu rangkaian listrik AC.

Berikut Adalah Cara Penggunaan Alat Ini:

  • Senyambungkan Amperemeter AC dengan konduktor yang telah dipotong sebelumnya.
  • Kemudian ukur arus listrik dengan memerhatikan jarum yang mengarah ke angka yang terdapat pada Amperemeter AC.
  • Pahami karakteristik Amperemeter AC untuk memperoleh besaran arus listrik.
  • Untuk mengetahui hasilnya, cermati dan hitung arus listrik dengan cara mengalikan angka yang telah ditunjuk jarum dengan angka yang berada dalam skala maksimal.

2. Amperemeter DC.

Jenis kedua adalah Amperemeter DC. Fungsi amperemeter tidak hanya bisa digunakan untuk mengukur arus listrik AC saja, tetapi arus DC juga bisa terhubung secara seri. Untuk cara penggunaannya, tidak jauh berbeda dengan cara menggunakan jenis AC.

Berikut Adalah Cara Penggunaan Alat Ini:

  • Senyambungkan Amperemeter DC dengan konduktor yang telah dipotong sebelumnya.
  • Kemudian ukur arus listrik dengan memerhatikan jarum yang mengarah ke angka yang terdapat pada Amperemeter DC.
  • Pahami karakteristik Amperemeter DC untuk memperoleh besaran arus listrik.
  • Untuk mengetahui hasilnya, cermati dan hitung arus listrik dengan cara mengalikan angka yang telah ditunjuk jarum dengan angka yang berada dalam skala maksimal.

Cara Penggunaan dari Amperemeter

Saat Menggunakan amperemeter harus dengan benar, jika salah dalam penggunaan maka hasilnya akan kurang tepat dan akan minus. Ada dua cara penggunaan amperemeter yang menggunakan clamp dan tidak. Fungsi amperemeter dari kedua jenis ini penggunaan hampir sama, mari simak penjelasannya.

Berikut Cara Menggunakan Amperemeter :

Kata clamp sangat asing di telinga kita. Dan mungkin hanya sebagian orang termasuk teknisi listrik yang pernah mendengar. Clamp merupakan penggenggam yang biasa digunakan untuk membentuk kalang tertutup. Bentuknya melingkar dan dapat disatukan maupun dipisahkan dengan alat ukur. Amperemeter yang tidak menggunakan clamp ampere adalah jenis analog. Sedangkan yang menggunakan clamp ampere adalah jenis digital.

Cara Menggunakan Amperemeter Yang tanpa Clamp

Amperemeter yang tidak memakai clamp ampere yaitu jenis analog.

Untuk Jenis Ini, Cara Pengukurannya Yaitu :

  1. Pasang alat ukur ini menjadi rangkaian seri dengan beban yang ada.
  2. Knob pemilih cakupan harus diatur mendekati cakupan yang sesuai atau sudah diprediksi menurut perhitungan arus yang dilakukan secara teori.
  3. Putar knob pada alat ukur ini dan tentukan batasan range ampere.
  4. Jika rangkaian sudah benar, nyalakan sumber tegangan, cermati jarum penunjuk yang ada pada skala V dan juga A. Pembacaan yang tepat dapat ditunjukkan dari posisi jarum yang lebih besar dari 60% skala penuh meter.
  5. Periksa cakupan jika mendapati simpangan yang terlalu kecil. Anda juga harus mengecek pembacaan cakupan. Bila “Ya” berarti pembacaan masih berada di bawah cakupan pengukuran. Ketika itu terjadi anda bisa mematikan power supply. Ubah knob ke cakupan yang lebih kecil.
  6. Kemudian hidupkan sumber tegangan dan baca jarum penunjuk.
  7. Menghindar dari kesalahan saat memasang polaritas sumber tegangan. Mengapa? karena menyebabkan arah simpangan jarum menjadi berlawanan dengan semestinya. Fungsi amperemeter sendiri juga memiliki batasan. Jangan sampai arus terlalu besar karena akan merusak jarum penunjuk pada amperemeter.

Cara Menggunakan Amperemeter Yang disertai Clamp

Jenis ini merupakan model Ampermeter Digital. dalam konteks menyatu maupun terpisah dengan alat ukur.

Cara Mengukur Amperemeter Ini Yaitu :

  1. Kalian tidak perlu memutus rangkaian saat mengukur.
  2. Letakkan saja Clamp Ampere di kabel yang ingin diukur.
  3. Sebelum itu, pilihlah range yang sesuai.

*Amperemeter digital sudah cukup canggih, jadi kita hanya perlu memasang kabel negative dan positif. Hasil akan keluar pada LCD amperemeteer.

Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi amperemeter beserta definisnya secara lengkap. perbanyak pengetahuanmu dengan banyak membaca dan mempraktekannya. Dengan itu kita memiliki tambahan ilmu dan pengalaman yang jarang dimiliki orang lain. Fungsi amperemeter lainnya dapat kita temui pada pelajaran sekolah dan buku buku penunjang.

Sekian dan Terima Kasih…


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: