Fungsi Voltmeter, Definisi, dan Cara Menggunakannya

Published by iqbal alaudin on

Zaman yang semakin maju membuat kita tak asing dengan yang namanya alat elektronik. Kemajuan teknologilah yang membuat manusia ingin mencari sesuatu baru yang bermanfaat untuk orang banyak. Salah satu contoh alat elektronik tersebut adalah voltmeter. Fungsi voltmeter dalam keseharian manusia digunakan sebagai alat untuk mengukur tegangan arus listrik. Alat ini menjadi salah satu contoh kemajuan zaman bidang teknologi yang pesat dari waktu ke waktu.

Pada umumnya kemajuan teknologi membuat manusia untuk merakit suatu barang yang lebih efisien ketika digunkan. Dari waktu ke waktu manusia selalu ingin merancang hal baru dengan aktivitasnya sendiri. Perlengkapan sehari hari manusia dapat teratasi dengan adanya teknologi yang semakin canggih.

Perkembangan teknologi yang pesat memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan. kemajuan teknologi tersebut membuat alat rumah tangga yang meringankan pekerjaan manusia seperti, vacuum cleaner, magic com, portable juicer, dan masih banyak lagi.

Belum Tau Definisi dan Fungsi Voltmeter?, Simak Pembahasan Dibawah Ini 🙂

Pengertian dari Voltmeter :

fungsi voltmeter untuk mengukur tegangan listrik

cermin-dunia.github.io

Voltmeter adalah perkakas teknisi yang berguna untuk mengukur besar kecilnya arus tegangan listrik atau beda potensial dalam suatu rangkaian listrik statis. Terdapat tegangan maksimal pada perkakas ini, tergantung pada besar watt yang terdapat pada voltmeter tersebut. Alat tersebut akan rusak dengan sendirinya apabila tegangan listrik melebihi batas kapasitas maksimum.

Voltmeter dirancang dengan paralel pada komponen yang diukur dalam rangkaian arus. terdapat tiga lempengan tembaga yang ada di dalam voltmeter. ketiga lempengan tersebut terhubung pada Bakelite yang terangkai dalam sebuah tabung. Tabung bakelite umumnya terbuat dari kaca atau plastik. Ukuran tabung bakelite umumnya sekitar 15 x 10 cm (tinggi x diameter). Pada bentuk luarnya terdapat lempengan tembanga yang bernama anode. Sedangkan lempengan dalam yang berada di tengan bernama katode. 

Anode merupakan kutub magnet elektrode yang terpolarisasi, jika kutub anode terpolarisasi muatan negatif. Tempat terjadinya reaksi oksidasi berada pada kutub anode.

Katode merupakan kutub magnet elektrode yang terpolarisasi jika kutub katode terpolarisasi muatan positif. Tempat terjadinya reaksi reduksi pada voltmeter berada pada kutub katode.

Baca Juga :

  1.  Simbol B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
  2. Simbol Bahan Kimia Berbahaya yang Wajib Diketahui

Fungsi Voltmeter

teknisi mengukur tegangan listrik

pixabay.com

Berikut Adalah Fungsi Voltmeter :

Fungsi voltmeter ialah perkakas/alat elektronik yang berguna sebagai pengukur besar kecilnya tegangan pada suatu arus listrik. Terdapat tulisan (V) voltmeter, (mV) milivolt, dan (kV) kilovolt pada voltmeter saat kamu sedang menggunakannya. Yang wajib kamu ketahui, fungsi voltmeter dapa digunakan ketika sebuah tegangan listrik yang sudah di ketahui. ketika tegangan arus listrik melebihi kapasitas maksimal, maka otomatis voltmeter akan rusak dengan sendirinya. 

Penggunaan voltmeter akan jauh lebih baik dan dapat meningkatkan tingkat keakuratannya jika gunakan bersama dengan multiplier. Alat multiplier yang dimaksud adalah rangkaian elektrodinamika digital, yang berfungsi sebagai alat pengali dua buah bilangan. Tingkat keakuratan hasil dari voltmeter akan bertambah dengan sendirinya dan mampu berkali kali lipat besar kemampuannya.

Ketika kuat arus listrik dan medan magnet saling bertemu maka akan menghasilkan gaya magnet. Gaya tersebut dapat menggerakkan jarum pointer (jarum penunjuk) pada voltmeter. Besar kecilnya pergerakan jarum pointer akan sebabkan oleh besar kecilnya arus listrik yang mengalir.

Baca Juga :

  1. Keanehan pada Sifat Benda Cair
  2. Benda Gas yang Belum Diketahui Banyak Orang

Jenis dan Bagian dari Voltmeter yang Perlu Anda Ketahui.

Jenis dan Bagian Voltmeter

voltmeter analog dan digital

skemaku.com

Berikut Adalah Jenis Jenis dari Voltmeter:

Terdapat 2 macam jenis voltmeter yang familiar dengan kita, yaitu voltmeter analog dan voltmeter digital.

Voltmeter Analog :

Voltmeter analog merupakan voltmeter yang nilai pengukuran di tampilkan pada pergerakan jarum pointer yang ada di dalam voltmeter. Jenis voltmeter ini umumnya memakai skala jarum penunjuk sebagai pengukur hasil atau nilai dari arus listrik seperti tegangan, arus, dan resistansi (hambatan). Umumnya fungsi voltmeter analog hanya digunakan untuk mengetahui tegangan arus listrik yang sedang.

Terdapat inti dari voltmeter analog yang berbentuk silinder. Tempat silinder tersebut berada di tengah tengah sepasang magnet permanen dan di sekitar silinder tersebut terdapat sebuah lilitan. Jarum pointer akan di sambungkan dengan lilitan tersebut. Arus listrik yang mengalir melewati lilitan tersebut akan terjadi induksi medan magnet. Induksi ini yang akan menggerakan jarum voltmeter untuk menunjuk hasil pada skala voltmeter analog.

Voltmeter Digital :

Voltmeter digital merupakan voltmeter yang nilai pengukurannya ditampilkan mengunakan penampilan digital dan nilai skalanya berupa angka. Biasanya fungsi voltmeter ini di pakai untuk tegangan listrik tinggi. Bagian dalam voltmeter digital memiliki sebuah unit display seperti enkoder, konverter, sirkuit pengatur sinyal, dan komponen komponen penting lainnya.

Arus listrik dari voltmeter disalurkan pada resistor yang sedang di ukur kuat arus listriknya. Hambatan yang ada pada resistor tersebut akan langsung terhitung nilainya oleh voltmeter. Nilai tersebut adalah hasil hambatan tegangan dan dikonversikan melalui ADC (Analog to Digital Converter). Hasil angka pengukuran tersebut akan ditampilkan pada display voltmeter digital.

Berikut Adalah Bagian Bagian dari Voltmeter :

  1. Terminal positif dan negatif.
  2. Jarum penunjuk atau pointer.
  3. Setup pengatur fungsi voltmeter.
  4. Skala tinggi dan rendah.
  5. Batas ukur tegangan.

Prinsip Kerja dari Fungsi Voltmeter :

prinsip kerja Voltmeter

fisikazone.com

Fungsi voltmeter adalah alat pengukur sebuah tegangan arus listrik. Alat ukur ini memakai prinsip kerja dari semua komponen penting yang ada pada voltmeter. Voltmeter memakai prinsip kerja fluksi magnetik yang terdapat pada gelombang sinus. Frekuensi gelombang akan masuk ke dalam sebuah kepingan logam secara berkala. Pada voltmeter terdapat perbedaan antara fluks satu dengan lainnya.

Baca Juga :

  1. Fungsi Amperemeter Beserta Definisi Secara Lengkap

Cara Menggunakan Voltmeter

Berikut Adalah Cara Menggunakan Voltmeter dengan Benar :

  • Pastikan voltmeter tidak rusak.
  • Pastikan jarum pointer voltmeter berada di titik 0.
  • Lakukan kalibrasi pada voltmeter.
  • Cek batas ukur ACV untuk tegangan AC.
  • Cek batas ukur DCV untuk tegangan DC.
  • Tegangan harus lebih kecil dari batas yang di ukur. ketika tegangan yang di ukur belum di ketahui, dianjurkan untuk memakai voltmeter dengan tegangan besar.
  • Pasang voltmeter secara paralel terhadap komponen.
  • Baca skala pada jarum pointer.

Atau Kamu Bisa Coba yang Dibawah Ini!

  • Rangkai bagian bagian voltmeter yang terdapat beda potensial secara paralel.
  • Pastikan pemasangan kutub kutub voltmeter searah dengan rangkaian arus listrik.
  • Kutub positif dan negatif voltmeter harus memiliki beda potensial yang berbeda. Dari kedua kutub ini, kutub positif harus memiliki potensial yang tinggi.
  • Periksa seluruh kabel yang ada, jika terdapat penyimpangan yang mengarah ke kiri berarti pemasangan kabel terbalik. Namun, hal itu tidak akan menjadi masalah untuk rangkaian arus bolak balik.
Bila pemasangan probe voltmeter terbalik maka akan terdapat penyimpangan jarum kearah kiri untuk arus DC sedangkan untuk arus AC tidaklah masalah. Sebaiknya menggunakan voltmeter yang dapat mengukur arus listrik dengan tegangan tinggi. Dikawatirkan tegangan listrik terlalu tinggi dan melebihi batas tegangan voltmeter, hal tersebut dapat merusak Voltmetermu.
rumus menghitung Voltmeter

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: