open trip lawu

OPEN TRIP LAWU

Jasa pendakian (Porter) Gunung Lawu dan penyewaan peralatan mendaki, Menyediakan Konsumsi pokok selama pendakian

Di pandu oleh team yang berpengalaman  

Basecamp

Basecamp Jalak lawu Backpacer berlokasi di area Magetan 

Team

Di pandu oleh Pemandu yang berpengalaman selama pendakian

Dokumentasi

Setelah pendakian anda akan mendapatkan data Dokumnetasi berupa vidio dan foto

Peralatan

Menyediakan jasa persewaan peralatan mendaki Sleeping Bag, Tenda, Matras, Kompor Portable dll

@jalaklawu.backpacker

Jadwal Pendakian

Tanggal 27-28 Juli 2019

open trip lawu

Melakukan pendaftaran & pembayaran

Teknikal Meeting di adakan di bascamp jalak lawu backpaker pada tanggal 21 Juli 2019

Pendakian di laksanakan pada tanggal 27-28 juli 2019

Tanggal 28-12-19

jalak lawu backpaker

Custome your Date

Gunung lawu, Open trip lawu

Ingin mendaki namun belum ada temen atau OT yang membuka pendaftaran Di sini aja, hubungi kami dan tentukan tanggal pendakian mu sendiri.

Baca Juga Kisah Menarik Para Pendaki Dan Apasih yang Perlu Dipersiapkan

بسم الله الرحمان الرحيم

 Open Trip lawu Jalak Lawu Backpacker

Pendakian gunung umumnya merujuk pada perjalanan panjang dan penuh semangat yang biasanya melewati jalan kecil atau jalan setapak bebatuan menuju puncak gunung. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh klub-klub pecinta alam, kadang juga random, orang-orang yang ingin refreshing kadang memilih puncak gunung untuk tujuan perjalanan nya.

Walaupun dalam pendakian harus melalui hutan lebat, yang dipenuhi pepohonan rerumputan, dan kadang harus memotong semak-semak untuk membuat jalur yang bisa dilewati. Namun tenang saja, rata-rata gunung di Indonesia yang biasa menjadi tempat pendakian sudah jelas jalurnya tanpa harus susah payah memotong semak-semak.

Di puncak gunung terdapat bunga bunga yang tidak dapat kita temui di sekitar desa atau kota, keindahan yang diberikan adalah murni dari Alam yang diciptakan oleh Allah SWT. Pendakian gunung ini bisa menghabiskan waktu yang cukup lama, seperti pendakian gunung lawu misalnya, saya sendiri membutuhkan waktu 10 jam untuk bisa sampai puncak, saya yakin banyak yang lebih cepat dari saya, memang tergantung kekuatan dan stamina masing-masing rupanya.

 

Persiapan

open trip lawu, jalak lawu backpaker

Jalak Lawu Backpacker

Oh iya, sebelum bercerita tentang perjalanan pendakian gunung lawu, yang lebih urgent sebelum semuanya dimulai yaitu “bekal” bekal disini bukan hanya makanan untuk nanti berada disana saja. Namun bekal yang dimaksud adalah kondisi badan yang sehat, keadaan tubuh yang fit, mental yang kuat, dan juga peralatan yang dibutuhkan dalam pendakian.

Oh iya satu lagi yang paling penting dan jangan sampai kelupaan yaitu izin dan restu dari orang tua, jangan sampai kita menghawatirkan bahkan membuat orang tua kepikiran yang tidak tidak. kecuali memang sudah bukan remaja lagi atau memang jajaran orang dewasa mungkin sudah menjadi tanggung jawab sendiri tidak perlu izin kepada orang tua lagi.

Oke lanjut lagi untuk peralatan yang dibutuhkan dalam pendakian sebenarnya bergantung pada tingkat kesulitan medan dan estimasi waktu pendakian yang diperlukan. Tetapi setidaknya bagi pendaki harian harus membawa setidaknya air minum, makanan, map bagi pemula yang melakukan perjalanan tanpa guide dan perlengkapan untuk melindungi dari hujan.

Biasanya, alas kaki yang digunakan untuk mendaki gunung adalah sepatu boot ada juga sendal gunung yang lebih enteng dan praktis untuk para pendaki gunung. Adapun tas ransel sebagai perlindungan untuk melewati wilayah bebatuan serta baik untuk membantu menjaga keseimbangan.

Beberapa peralatan lain yang penting bagi pendaki adalah :

·         Kompas (Peta atau peralatan GPS )

·         Kacamata hitam

·         Sleeping Bag

·         Matras

·         Tenda

·         Baju hangat

·         Topi (penutup kepala)

·         Sarung tangan

·         Tongkat untuk mendaki

·         Senter

·         Peralatan P3K (sangat penting bagi yang punya penyakit alergi atau semacamnya)

·         Pemantik api dan sebuah pisau

Peralatan penting yang harus dibawa sebagai panduan perjalanan, tapi lebih mudah juga apabila didampingi guide, perjalanan pendakian akan terasa lebih tenang dan aman dari resiko tersesat.

 

Mulai Perjalanan

Gunung lawu, Open trip lawu

Jalak Lawu Backpacker

 

Setelah semuanya telah dipersiapkan dengan baik akhirnya berangkat deh, perlu diketahui bahwa tidak ada yang menjamin keamanan dalam perjalanan mendaki gunung. Maka dari itu saya sendiri membutuhkan guide dalam pendakian ini.

Adanya guide Jalak lawu backpacker ini mungkin lebih memudahkan kita apalagi untuk pemula. Namun juga belum tentu menjamin keamanan seutuhnya sih, jadi sebaiknya sebelum berangkat jangan lupa berdoa dulu kepada Allah SWT.

Memohon perlindungan dariNya agar dihindarkan dari segala bahaya yang tampak ataupun yang tidak tampak. Setelah itu yakinkan pada hati untuk ikhlas dalam setiap langkah mendaki sampai puncak, oh iya kebetulan saya bersama sahabat-sahabat saya melewati rute pendakian via cemoro sewu.

Adapun di gunung lawu sendiri ada 3 jalur pendakian yaitu via cemoro sewu, via cemoro kandang, dan via candi ceto, berhubung saya melewati jalur pendakian via cemoro sewu, jalur yang saya lewati agak ekstrem Karena tanjakan batuannya.

Oh iya di jalur pendakian via cemoro sewu sendiri terdapat 5 pos, dan jalur terpanjang yaitu berada di antara pos-1 ke pos-2 dan jalur ter-terjal mulai dari pos-3 sampai pos-4, tapi saya baru merasakan kalo jarak paling jauh ada di antara pos-1 ke pos-2 disaat saya turun ke bawah.

Dan tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas mendaki ini juga memberikan dampak pada ekosistem alam yang dilalui. Tidak jarang banyaknya pendaki yang melalui lokasi tertentu menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan alam yang dilewati.

Hal ini bisa diakibatkan karena pendaki yang sering membuang sampah sembarangan di jalur pendakian, menginjak atau menjadikan tanaman tertentu hingga menyebabkan tanaman itu mati atau tercabut, dan lain sebagainya.

Penumpukan sampah yang berlebihan di gunung akibat sampah yang dibuang oleh pendaki terjadi antara lain pada gunung lawu sendiri, tapi alhamdulillah banyak pendaki-pendaki yang baik juga rupanya, perhatian dalam menjaga keasrian alam dengan sangat baik, sampai sampai dalam perjalanan turun tidak sedikit para pendaki yang membawa sampah-sampah yang berserakan di jalur pendakian.

 

Masalah lainnya yaitu api, karena dapat menyebabkan kebakaran. Seorang pendaki yang tidak berhati-hati jika berurusan dengan api, bisa membawa bencana besar pada ekosistem di lokasi pendakian.

Salam Jalak lawu Backpacker

 

Memang harus ada usaha ekstra untuk bisa sampai ke puncak gunung, tapi saya sendiri sangat menikmati dalam setiap perjalanan, bahkan dari awal melangkah dari pos pemberangkatan pun ada rasa kebahagian tersendiri.

Beruntung lagi apabila dalam pendakian dibersamai oleh orang-orang yang spesial, disetiap perjalanan akan terasa sangat menyenangkan. Terutama pada setiap perjalanan menunu puncak disuguhi dengan pesona keindahan alam yang asri. Perlu untuk sangat disyukuri atas tanda kebesaran Allah akan indahnya alam yang ada di indonesia.

Sebelum sampai puncak saja saya sudah sangat kagum di buat nya iya kamu” (Gunung lawu). Sempat juga kecapekan di tengah jalan bahkan kaki saya sempat keram di bagian paha, tapi beruntung ada sahabat dan team Adventure yang selalu menguatkan saya.

Belum sampai puncak aja sudah K.O dulu, pada intinya saya cuma butuh waktu untuk beristirahat sebentar dan memulihkan tenaga untuk melangkah lagi, dan ternyata benar. Sesampai nya saya di puncak adalah suatu kepuasan tiada tara, seakan akan masalah-masalah yang memberatkan kehidupan serta penat dalam pekerjaan semua hilang.

Rasa capek dan lelah pun terbayarkan dengan pemandangan indah puncak gunung lawu, sekali lagi saya ucapkan syukur atas kebesaran Allah atas keindahan Alam yang ada di indonesia ini. Adapun hal yang membuat saya kaget adalah adanya warung yang berada di puncak gunung lawu, dan tidak hanya satu, bahan bahkan makanan disitu dibawa dari bawah menggunakan jasa angkut orang.

Jadi wajar saja kalau harganya mahal, semakin tinggi pos semakin tinggi juga harga jual suatu barang, jadi apabila tidak ingin memberatkan barang bawaan mungkin tidak usah membawa makanan, cukup bawa uang yang banyak untuk membeli makanan di warung tersebut.

Ngomong ngomong tentang gunung, terdapat salah satu peribahasa menyebutkan

 “gunung adalah rumah bagi seriap orang, kenapa begitu? Saya sendiri merasakan kenyamanan saat berada di gunung, entah kenapa dalam dingin yang menusuk sampai tulang saya merasakan ada kehangatan tersendiri, entah dari suasana nya yang indah atau para pendaki nya yang ramah ramah”

Jalak Lawu Backpacker opentrip lawu

Jalak Lawu Backpacker

Kebetulan saat saya di gunung lawu kala itu banyak juga anak anak SMA, pecinta Alam dari berbagai kota di seantero jawa melakukan kamping di puncak, dan ada kalanya terjadi konflik antar pendaki saat mereka bertemu di puncak atau di tengah jalan.

Etika mendaki ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan yang demikian. Beberapa etika umum dalam mendaki yaitu, saat 2 kelompok pendaki bertemu, maka disepakati bahwa kelompok yang sedang mendaki (naik) ke puncak gunung lah yang didahulukan Umumnya, para pendaki dilarang membuat suara keras, seperti berteriak, bermain musik atau penggunaan telepon seluler dengan nada yang sangat keras.

Akan tetapi, pada situasi-situasi khusus para pendaki membuat suara keras sebagai langkah pencegahan terhadap bahaya, melalui suara peluit atau lonceng, terutama dalam wilayah yang terdapat hewan liar Para pendaki harus meminimalisir memberikan dampak yang negatif terhadap ekosistem alam yang mereka lalui.

Hal ini bisa dilakukan dengan berjalan di jalur pendakian yang telah ada, tidak memetik tanaman ataupun mengganggu hewan liar dan tidak meninggalkan sampah di area pendakian dan sekitarnya.

Namun disaat saya sedang dalam pendakian gunung lawu tidak melihat adanya hewan liar yang buas, melainkan saya melihat berbagai jenis burung, namun yang sering saya lihat adalah burung jalak, yang memang katanya orang-orang setempat burung jalak tersebut menjadi ikon gunung lawu.

Bahkar orang-orang setempat menamai nya jalak lawu, dan usut punya usut, jalak lawu tersebut sebagai penunjuk jalan kepada para pendaki, unik sekali ternyata.

Melakukan pendakian memang harus di persiapkan dengan matang. Medan pendakian yang memang agak terjal serta cuaca yang tidak bisa di tebak. Nah denganhadirnya Jalak lawu backpacker ini semoga bisa membantu para pendaki untuk sampai puncak dan kembali dengan aman.

Jalak Lawu Backpacker gunung lawu

Jalak Lawu Backpacker

Nah yang terpenting lagi adalah kondisi medis yang sebelumnya telah dimiliki oleh pendaki. Penyakit yang umum diderita oleh pendaki adalah :

·         Diare

·         Dehidrasi

·         Hipotermia

·         Serangan panas dari matahari

·         Luka

·         kaki keseleo

 

Ada satu cerita lagi nih yang membuat saya terkesan, ada seorang anak dengan postur tubuh yang kecil dia seperti anak SD kebanyakan, dia adalah anak dari penjual warung yang berada di puncak. Saya sempat berbincang-bincang dengan anak tersebut, saya tanya apakah dia bersekolah..? dan ternyata memang iya dia bersekolah, dan sekolahnya dimana, tentu saja di bawah gunung lawu tersebut.

Dan yang membuat saya heran lagi dia bilang setiap hari pulang pergi dari warung tsb menuju sekolah. Sudah tidak habis pikir lagi saya, dia dengan jalanan bebatuan yang ekstrem pun dia lewati dengan semangat agar bisa menuntut ilmu, seakan akan terketuk hati saya yang dulu sekolah saja dekat tidak ada 1km yang pulang pergi santai mau jalan pun tak capek, dan masih kebanyakan ngeluh.

Jadi itu sebagai pembelajaran saya sendiri atau bagi para pembaca sekalian,ternyata masing masing orang mempunyai cerita indah dan penuh dukacita juga, semoga anak tersebut kelak dapat menjadi patriot bangsa, Aamiin.

 

Jujur saja perjalanan dalam pendakian gunung lawu sangat berkesan sekali pada saya, bahkan baru sehari setelah perjalanan itu rasanya saya ingin berangkat lagi kesana.

Memang indah sekali membuat suasana hati menjadi tenang, dan saya ingin menyempatkan lagi berangkat kesana diwaktu hari libur yang akan datang.

Saya sangat berterimakasih sekali kepada sahabat-sahabat saya yang telah menunjukkan tempat yang menakjubkan kepada saya dan menjadikan saya lebih baik lagi. Banyak pelajaran baru yang saya ambil dalam perjalanan ini, dan saya jadi kepikiran untuk mendaki di gunung-gunung yang lain juga.

Yang tentunya saya akan menemukan pengalaman baru dan pelajaran baru. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sahabat-sahabat saya, semoga bertemu lagi di perjalanan indah selanjutnya, salam lestari! Jalak lawu Backpacker

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Figur prasojo

Figur prasojo

Owner prasstyle.com

Team Jalak Lawu Backpacker - Admin Sosial Media

Chaddam Mabrur

Bisnis man

Team Jalak Lawu Backpacker - Kordinator Lapangan

taqy

Adil Gumelar A

Mahasiswa

Team Jalak Lawu Backpacker - Porter Terkuat

taqy

Hanif Taqy

Mahasiswa

Team Jalak Lawu Backpacker - Porter Terkuat nomer 2

Jalak Lawu Backpacker Just Do It For You