Rumah Adat Papua

Published by iqbal alaudin on

 Rumah Adat Papua-. Wilayah indonesia terbentang luas sejauh 1,905 juta km² yang terdiri dari banyak pulau dan provinsi dari sabang sampai merauke. Indonesia adalah negara yang kaya, baik dari segi hasil alam, flora dan fauna, maupun budaya dari setiap daerah.

Budaya indonesia sangat beragam mulai dari tarian, bahasa lokal, makanan tradisional, sampai rumah adat setempat. Kebudayaan yang dari masing masing daerah mempunyai keunikan dan keistimewaan.

Pada kesempatan kita kali ini tertuju pada kebudayaan indonesia yang membahas rumah adat papua. Apasih rumah adat papua itu?, bangaimana bentuk dan fungsinya?.

Berikut Beberapa Contoh Rumah Adat Papua

1) Rumah Adat Papua Honai

rumah adat papua honai

pinterest.com

Nama rumah adat Papua yang pertama bernama Honai. Honai adalah rumah yang ditempati oleh suku dani Papua. Umumnya rumah adat ini berada di kawasan hutan bagian dalam dan pegunungan. Rumah adat Papua honai berbentuk bundar dan memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter dan luas sekitar 5 meter. Bangunan ini terbuat dari kayu yang disusun rapi secara melingkar yang digunakan sebagai dindinngnya. Pada bagian atasnya diberi rangka sebagai penyangga untuk atap yang terbuat dari jerami yang di susun secara mengerucut.

Terlihat sekilas bentuk rumah ini sama seperti jamur. Terdapat 2 ruangan terpisah yang memiliki fungsi masing masing. Keunikan dari rumah adat papua ini adalah ruangan dalam yang tidak begitu luas, hanya kisaran 5 meter persegi namun mampu digunakan untuk istirahat dan tempat menyimpan barang. Para penduduk sekitar sengaja membuat honai dengan ukuran kecil agar dapat menahan suhu dingan saat malam hari.

Berikut Fungsi Rumah Adat Papua Honai :

  • Sebagai tempat istirahat.
  • Sebagai tempat pertemuan para pembesar suku dani.
  • Sebagai tempat menyimpan barang.
  • Sebagai tempat mengatur taktik dalam perang.
  • Sebagai tempat mendidik remaja setempat.

Terdapat dua ruangan pada rumah ini yaitu bagian atas dan bawah. Pada bagian atas berguna sebagai tempat untuk istirahat dan pada bagian bawahnya digunakan sebagai tempat pertemuan atau menjamu tamu. Bagian bawah juga digunakan sebagai tempat menyimpan bahan pangan dan senjata tradisional. Dapat juga berfungsi sebagai tempat menyimpan jenazah dan alat pusaka peninggalan nenek moyang mereka.

Keunikan dari masyarakat papua sendiri adalah bagi kamu adam dan hawa yang telah dewasa di wajibkan untuk tinggal pada tempat yang terpisah. Untuk kaun adam harus tinggal pada rumah yang umumnya disebut honai. Dan untuk kaum hawa tinggal pada rumah adat papua yang dikenal dengan nama ebai.

2) Rumah Adat Papua Ebai

rumah adat papua wamai

pinterest.com

Rumah adat Papua selanjutnya dikenal dengan nama Ebai. Ebai adalah rumah tradisional suku dani yang dikhususkan untuk tempat tinggal kaum hawa yang telah dewasa. Rumah ebai berukuran lebih kecil dari honai dan dapat dilihat dari tinggi dan lebar rumah. Rumah ini hanya berkisar 4 meter saja yang digunakan para wanita dewasa untuk melakukan berbagai keperluan.

Bentuk rumah adat ebai hampir sama dengan honai. terbuat dari kayu yang disusun melingkar dan atapnya diberi tumpukan jerami. Perbedaan antara honai dan ebai terletak pada fungsinya. Ebai berfungsi sebagai tempat istirahat dan menyimpan bahan pangan. Pada rumah ebai tidak digunakan sebagai tempat menjamu tamu dan menyimpan alat tradisional.

Pada rumah ini tidak terdapat jendela pada diameternya. Hanya terdapat satu pintu yang menjadi jalan keluar dan masuk. Dan biasanya rumah ebai terletak pada sisi kanan atau kiri rumah honai.

Rumah adat Papua disebut ebai karena memiliki filosofi yaitu berasal dari kata “ebe” yang berarti tubuh dan “ai”  yang bermakna rumah. Makna demikian yang diyakini karena wanita di ibaratkan seperti tubuh. Adat masyarakat Papua adalah kaum hawa dewasa harus mendidik anak perempuan mereka sebelum menikah. Pengajaran tersebut dilakukan di rumah ebai ini.

Baca Juga : 10 Sungai Terpanjang di Dunia Lengkap dengan Penjelasannya

3) Rumah Pohon

rumah pohon papua

pinterest.com

Rumah adat papua barat yang satu ini adalah rumah khas dari suku kurowai. Suku ini bertempat tinggal di dalam hutan. Rumah adat suku kurowai memiliki keunikan yang berbeda dari rumah adat lainya yaitu bangunan rumah yang berada diatas pohon dengan tinggi sekitar 15-30 meter dari permukaan tanah. Hal ini yang menjadi daya tarik wisatawan untuk melihat bangunan kokoh di atas pohon.

Suku kurowai adalah suku yang terasingkan. Di wilayah indonesia yang sekarang hanya sekitar 3000 populasi manusia yang hidup di hutan papua. Suku ini memanfaatkan senjata dan alat tradisional lainnya untuk berburu dan bertahan hidup. Suku asli papua ini terancam punah karena populasi yang sedikit. Bahkan rumah adat ini sudah jarang sekali ditemui keberadaannya di dalam hutan papua.

Rumah pohon atau biasa disebut dengan rumah tinggi itulah nama rumah adat suku kurowai. Rumah adat ini berbentuk layaknya rumah biasa. Terbuat dari kayu yang di susun menyerupai rumah dan beratapkan daun aren. Dan untuk jalannya mereka membuat tangga menuju pintu depan. Dibangun diatas pohon tentunya juga memiliki fungsi.

Berikut Fungsi Rumah Adat Papua Barat (Rumah Pohon) :

  • Untuk melindungi dari binantang buas.
  • Adat turun temurun dari nenek moyang mereka.
  • Agar terlindung dari arwah jahat Laelo
  • Untuk tempat istirahat.
  • Untuk menyimpan barang seperti bahan pangan dan senjata tradisional.

Adat istiadat suku kurowai meyakini bahwa adanya roh jahat yang dapat mengganggu kehidupan penduduk sekitar, Roh ini bernama Laelo. Yang dimaksud dengan Laelo adalah orang asing (manusia) yang bukan dari suku asli Kurowai.

4) Rumah Wamai

rumah wamai

notepam.com

Selanjutnya yaitu rumah adat papua bernama Wamai. Wamai merupakan sebutan untuk rumah adat papua yang berfungsi sebagai tempat tinggal hewan ternak. Rumah adat ini berdekatan dengan rumah honai dan ebai. Umumnya rumah mawai berfungsi sebagai kandang hewan ternak seperti kambing, ayam, kerbau, sapi, anjing, babi dan masih banyak lagi.

Rumah adat papua berbentuk persegi atau lingkaran. Wamai terbuat dari kayu kering yang disusun membentuk persegi atau lingkaran. Untuk atapnya berasal dari daun aren yang sudah kering atau jerami yang disusun membentuk segita. Rumah mawai ini tergolong rumah paling kecil diantara semua jenis rumah adat suku dani. Besar kesilnya ukuran mawai tergantung pada banyak sedikitnya jumlah hewan ternak.

5) Rumah Hunila

rumah hunila

indonesiakaya.com

Pembahsan selanjutnya adalah rumah adat papua bernama hunila. Rumah adat khas Papua ini di tempati oleh suku dani. Hunila adalah rumah yang berfungsi sebagai dapur untuk keperluan memasak makanan warga setempat. Hunila adalah jenis honai namun Berbentuk persegi yang memanjang.

Untuk bahan material dari bangunan ini sama halnya dengan rumah honai. Menggunakan kayu yang disusun memanjang membentuk persegi. Dan untuk atap tetap menggunakan jerami atau daun aren yang kering. Tidak terdapat jendela pada rumah ini namum terdapat atau dua pintu, hal ini berguna untuk memundahkan jalan keluar masuk.

Baca Juga :

6) Rumah Adat Papua Kariwari

rumah adat papua kariwari

rimbakita.com

Rumah adat kariwari adalah rumah yang cukup modern dengan desain yang cukup elegan. Rumah adat ini adalah rumah khas suku Tobati-Enggros yang dominan bertempat di kawasan Danau Sentani, Jayapura. Sama halnya dengan adat suku dani, bahwa anak remaja harus tinggal pada tempat yang terpisah. Rumah kariwari ini ditempati oleh remaja suku Tobati-Enggros yang berumur 12 tahun keatas.

Rumah adat Kariwari berbentuk berbentuk segi delapan yang menjulang keatas dan mengerucut. Bentuk segi delapan dengan mengerucut diyakini suku Tobati-Enggros dapat menahan rumah dari angin yang tertalu besar. Rumah ini terbuat dari kayu trembesi, bambu dan daun aren atau biasanya memakai daun sagu hutan.

Fungsi Rumah Adat Kariwari :

  • Untuk tempat tinggal dan istirahat.
  • Untuk pembelajaran remaja suku Tobati-Enggros mengenai arti kehidupan bagi laki laki.
  • Untuk tempat pertemuan para pembesar suku Tobati-Enggros.
  • Untuk meditasi dan berdoa kepada leluhur.
  • Untuk menyimpan bahan pangan.
  • Untuk menyimpan keperluan suku dan alat tradisional.

Rumah adat kariwari berbentuk segi delapan dan memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Keunikan Rumah adat papua ini terdapat tiga lantai di dalamnya dan memiliki fungsi masing masing. Lantai pertama berfungsi sebagai tempat belajar bagi remaja suku setempat. Lantai kedua digunakan sebagai pertemuan penting para pemuka/pembesar suku Tobati-Enggros. Dan lantai yang ketiga digunakan sebagai tempat istirahat, dapat juga digunakan untuk meditasi dan berdoa pada leluhur mereka.

7) Rumah Adat Papua Kaki Seribu

rumah adat kaki seribu

pinterest.com

Kaki seribu adalah merupakan nama khas rumah adat papua barat. Rumah ini banyak ditemukan dipegunungan arfak. Suku suku yang tinggal di rumah tradisional ini adalah Suku Hatam, Suku Moille, Suku Meyakh, dan Suku Sough. Keunikan rumah adat ini adalah rumah berbentuk seperti panggung dan memiliki ratusan pondasi yang terbuat dari kayu. 

Rumah ini berbentuk layaknya rumah biasa. Namum untuk pondasinya terbuat dari kayu kokoh yang disusun rapi sebagai peyangga. Untuk material rumah adat ini 90% dari kayu hutan. Dinding nya terbuat dari kayu yang disusun vertikal maupun horizontal. Untuk lantai nya terbuat dari anyaman rotan dan atapnya terbuat dari rumput atau daun aren kering.

Rumah ini biasa dikenal dengan nama Mod Aki Aksa. yang memiliki makna rumah panggung. Ciri khas rumah adat ini adalah letak rumah yang menempel dengan tanah. Namun yang membedakan rumah mod aki aksa dengan rumah panggung lainnya adalah pondasi yang berasal dari ratusan kayu sebagai peyangga rumah.

Karena keberadaan rumah ini berada ditengah hutan, maka dari itu fungsi rumah adat ini adalah untuk menghindari ancaman dari binatang buat

8) Rumah Adat Papua Rumsram

rumah rumsram

pinterest.com

Rumah adat yang terakhir dikenal dengan nama rumah Rumsram. Rumah adat ini adalah rumah tradisional yang berasal dari papua bagian utara. Rumah ini terlihat lebih modern bila dibandingkan dengan model rumah adat yang ada di papua. Rumah ini terbilang modern karena desain yang elegan mirip dengan perahu terbalik walaupun masih terbuat dari kayu.

Rumah tradisional ini mirip dengan rumah adat minang. Rumah ini dihuni oleh masyarakat suku Biak Numfor. Suku biak bertempat tinggal di bagian papua utara, lebih tepatnya di pesisir pantai utara papua. Rumah adat ini juga mengisyaratkan profesi suku biak adalah sebagai nelayan.

Keunikan rumah ini adalah tidak terdapat skat pada ruangannya. Memiliki jendela dan dua pintu sebagai jalan keluar masuk. Dinding rumah ini terbuat bambu air dan pelepah sagu. Untuk atap nya terbuat dari daun sagu kering serta lantainya yang terbuat dari kulit kayu.

Rumah ini terlihat seperti rumah panggung dan tinggi rumah adat ini kurang lebih 6-8 meter. Rumah ini sama halnya dengan rumah kariwari yaitu wanita tidak boleh masuk. Fungsi dari rumah ini untuk pembelajaran bagi remaja laki laki agar siap berumah tangga, mencari nafkah sebagai nelayan, dan memiliki tanggung jawab.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: