Rumah Adat Sulawesi Selatan Lengkap Dengan Filosofi dan Penjelasan

Published by iqbal alaudin on

Rumah Adat Sulawesi Selatan- Jika kamu pernah melihat rumah adat yang memiliki atap layaknya perahu terungkup maka jawabanya adalah Rumah adat sulawesi selatan yakni dari suku toraja. Suku ini merupakan suku asli Sulawesi yang masih ada hingga kini.

Tanah sulawesi memilik kebudayaan yang amat beragam serta sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan alam serta keragaman budaya Indonesia tak akan pernah habis jika di bahas dalam satu materi. Hal tersebut merupakan keaslian betapa melimpaahnya kekayaan sumber daya alam serta keragaman budaya kita.

Salah satu warisan budaya leluhur kita yaitu berupa rumah adat yang telah di pertahankan sejak ratusan tahun yang lalu. Setiap rumah adat atau rumah tradisional pasti memiliki karakteristik yang berbeda beda serta fungsi masing masing.

Salah satu perhatian kita kali ini adalah rumah adat Sulawesi Selatan yang memiliki lima jenis rumah adat dari suku yang berbeda. Nah jika ada yang bertanya apa nama rumah adat Sulawesi Selatan? Apa keunikan rumah adat asal sulawesi selatan?. Semua pertanyaan tersebut akan kita jelaskan secara urut dengan nama rumah adat masing masing.

Rumah Adat Sulawesi Selatan

Rumah adat Sulawesi Setalan adalah satu dari sekian banyak kebudayaan peninggalan leluhur kita. Semua hal yang bersangkut paut dengan budaya wajib kita lestarikan, Sama halnya dengan rumah adat suku pedalaman indonesia yang belum banyak diketahui khalayak umum.

Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan Terbagi Menjadi Lima Jenis Antara Lain :

  • Rumah Adat Sulawesi Selatan (Tongkonan)
  • Rumah Adat Balla
  • Rumah Adat Sulawesi Bugis
  • Rumah Adat Sulawesi Selatan (Luwuk)
  • Rumah Adat Boyang

Keunikan rumah adat Sulawesi Selatan terdapat pada arsitektur bangunan yang berbentuk seperti panggung yang tingginya mencapai 3 meter. Memang sangat umum bentuk rumah tradisional sulawesi selatan yang berbentuk panggung. Bentuk, ornamen, dan motif yang ada pada rumah sangat bersangkutan dengat adat dan ritual mistisnya.

Baca Juga : 

1. Rumah Adat Sulawesi Selatan Tongkonan

rumah adat sulawesi selatan tongkonan

celebes.co

Rumah adat ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Rumah yang tak hanya di gunakan sebagai tempat tinggal, namum dapat juga digunakan sebagai tempat pertemuan antar keluarga maupun acara besar.

Rumah adat tongkonan berasal dari kata “Tongkon” yang berarti diduduki atau tempat duduk. Mengapa disebut demikian, Karena dahulu rumah ini digunakan sebagai tempat berkumpul para bangsawan toraja. Selain hanya berbincang, para bangsawan juga berdiskusi masalah strategi perang maupun upacara adat.

Arsitektur Rumah

Rumah ini 80% menggunakan bahan dasar kayu dan tidak menggunakan bahan logam sedikitpun. Kayu yang digunakan tentunya kayu hutan yang kuat dan tidak mudah rapuh.

Rumah adat ini berbentuk seperti panggung yang tingginya mencapai 3 meter. Pada bagian dinding dan lantai rumah adat sulawesi selatan terbuat dari kayu jati lengkap dengan ornamen dan hiasan dinding seperti ayam jantan dan sinar matahari.

Dalam kepercayaan tojara, ayam jantan memang sangat di segani. Hal ini terbukti dengan pahlawan bangsa yang memiliki julukan ayam jantan dari timur yaitu Sultan Hasanuddin yang bernama asli I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe.

Bagian bagian rumah adat tongkonan ini terbagi menjadi 4

Berikut Bagian Rumah TRadisional Sulawesi Selatan Tongkonan Yaitu :

  • Pa’rapuan : Rumah keluarga yang dipimpin oleh orang tertua.
  • Kaparengngesan : Rumah yang hanya boleh dihuni oleh pemimpin suku.
  • Pesiok Aluk : Rumah yang berfungsi segai tempat dakwah.
  • Kabarasan dan Pekamberan : Berfungsi sebagai tempat mengatur jalanya pemerintahan dalam lingkup suku seperti  pertanian, peternakan, logistik, maupun peradilan adat.

Penghuni Rumah Adat Sulawesi Selatan Tongkonan

Suku yang mendiami rumah ini adalah suku toraja. Suku toraja merupakan suku khas sulawesi dari daerah makasar. Suku ini merupakan suku yang menetap di wilayah pegunungan bagian utara. Kini Penduduk suku toraja hanya sekitar 1 juta jiwa dan 500.000 di antaranya tinggal di Kabupaten Tana Toraja.

Dalam pembuatan rumah, suku ini sangat berpegang teguh dengan adat istiadatnya seperti hiasan ayam jantan (pa’manuk londong) dan sinar matahari (pa’barre allo) yang ada pada bagian muka rumah. Ayam jantan menggambarkan manusia yang adil dan berwibawa sedangkan matahari menggambarkan kekuatan.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan, upacara adat, perkawinan, maupun ritual adat setempat. Hingga kini rumah ini banyak di cari oleh wisatan baik lokal maupun internasional.

2. Rumah Adat Balla Lompoa

rumah adat sulawesi selatan balla

celebes.co

Selanjutnya ada rumah tradisional Sulawesi Selatan bernama Balla Lompoa. Rumah adat balla ini merupakan rumah bangsawan makasar pada zaman dahulu. Rumah adat balla lompoa adalah istana kerajaan Gowa dan juga sebagai rumah kediaman raja Gowa.

Rumah adat balla ini didirikan pertama kali oleh raja gowa pada tahun 1924 yang pada saat itu bentuk dan arsitektur rumah hampir sama dengan rumah adat bugis.

Karakteristik Rumah Adat Balla Lompoa

Rumah ini merupakan bangunan adat khas makasar dengan model rumah panggung. Rumah ini berdiri 3 meter di atas tanah dengan menggunakan pilar penyangga.

Dahulu rumah ini terbuat dari kayu dan ijuk sebagai atapnya. Namum seiring perkembangan zaman rumah adat ini di renofasi dengan bahan dasar kayu, semen, dan genteng.

Terdapat Bagian Bagian dari Rumah Ini yang Memiliki Fungsi Masing Masing Diantaranya Adalah :

  • Dego-dego : Terletak di depan rumah yang digunakan sebagai teras.
  • Paddaserang Dallekang : Berfungsi sebagai ruang tamu.
  • Paddaserang Tangnga : Berfungsi sebagai ruang keluarga.
  • Paddaserang Riboko : Berfungsi sebagai kamar untuk anak perempuan yang masih gadis.
  • Balla Pallu : Berfungsi sebagai dapur.
  • Pammakkang : Terletak di bawah atap yang berfungsi sebagai loteng.
  • Siring : Tempat menyimpan gudang barang.

Penghuni Rumah Adat Balla Lompoa

Rumah adat Sulawesi Selatan namanya balla lompoa yang dihuni oleh suku makasar. Keunikan rumah adat Sulawesi Selatan yang dibuat suku makasar terletak di ujung bagian atap rumah. Keunikan ini juga menjadi perbedaan antara rumah bangsawan dengan rumah rakyat biasa.

Pada rumah bangsawan terdapat segitiga atau timbaksela bersusun tiga yang berada di pucuk atap rumah. Sedangakan untuk rumah rakyat biasa timbakselanya tidak bersusun susun. Adat istiadat ini sudah menjadi kebiasaan hingga kini.

Baca Juga :

3. Rumah Adat Sulawesi Selatan Bugis

rumah dat suku bugis

celebes.co

Gambar rumah adat Sulawesi Selatan diatas adalah rumah adat bugis yang dihuni oleh suku bugis. Suku bugis dan makasar memiliki kesamaan dalam adat dan ritual. Bentuk rumah adat kedua suku ini juga hampir sama.

Rumah adat Sulawesi Selatan Bugis ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu rumah adat soraja untuk kalangan bangsawan dan rumah adat bola untuk kalangan rakyat biasa. Suku bugis sendiri adalah suku yang banyak menganut agama islam. Sehingga bentuk dan arsitektur rumah bercampur dengan gaya agama islam.

Bila bertemu dengan rumah bugis perhatikan arah rumah menghadap, Karena kebanyakan rumah bugis pasti menghadap ke ka’bah. Itulah mengapa rumah ini bercampur dengan gaya keislaman.

Karakteristik Rumah

Rumah adat Sulawesi Selatan disebut dengan bugis karena rumah ini memiliki keunikan yaitu dalam pembuatan rumah ini tidak menggunakan paku ataupun bahan logam lainnya. Pembuatan rumah ini bermodel bongkar pasang dan di ikat dengan tali ijuk.

Tentunya setiap rumah adat juga memiliki filosofi masing masing.

Berikut Adalah 3 Filosofi Rumah Adat Bugis :

  • Bonting Langit : Adalah bagian atap rumah yang diberi rongga. Rongga ini merupakan lambang perkawinan di atas langit, yang dilakukan oleh We Tenriabeng.
  • Ale Kawaq : Adalah bagian tengah yang menggambarkan keadilan dibumi.
  • Buri Liu : Adalah kolong rumah yang merupakan penggambaran dunia bawah tanah dan laut.

Dan yang pasti rumah ini memiliki bagian bagian rumah.

Berikut Adalah Bagian Bagian Rumah Adat Bugis :

  • Rakkaeng : Tempat menyimpan benda pusaka dan perhiansan.
  • Bola atau kalle bala : Ruang tamu, ruang tidur, maupun dapur.
  • Awasao atau passiringan : Gudang atau tempat memelihara hewan ternak.

4. Rumah Adat Sulawesi Selatan Luwuk

rumah adat sulawesi selatan luwuk

celebes.co

Rumah adat Sulawesi Selatan Luwuk adalah rumah tradisional yang akan kita bahas selanjutnya. Rumah ini adalah rumah khas suku luwuk yang memiliki bentuk persegi atau persegi panjang.

Sejarah rumah adat Sulawesi Selatan luwuk adalah rumah yang dibangun oleh raja luwuk pada tahun 1930an. Desain rumah ini sangat terbilang kuno namum dahulu rumah adat Luwuk ini digunakan sebagai istana dan hanya boleh ditempati oleh raja luwuk.

Baca Juga :

Arsitektur Rumah

Terdapat keunikan yang berbeda dari rumah adat sulawesi selatan lainya yaitu memiliki 88 tiang peyangga rumah. Pada pembuatan tiang ini harus berjumlah 88 tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, karena sudah aturan turun temurun.

Uniknya lagi terdapat tiga sampai lima puncak atau atap yang biasa disebut dengan bumbungan. Dalam adat suku setempat bumbungan merupakan penanda kasta bagi masyarakat yang tinggal dirumah ini. Semakin tinggi tempat bumbungan sekin tinggi pula kedudukannya di masyarakat.

Rumah adat ini berbahan dasar kayu dengan bentuk persegi atau persegi panjang serta bermodel rumah panggung. Rumah panggung sendiri juga termasuk rumah khas sulawesi karena setiap rumah adat pasti bergaya rumah panggung.

Bagian Bagian Rumah Adat Luwuk :

  • Tudang Sipulung : Berfungsi sebagai tempat menerima tamu.
  • Are Tengan : Ruang keluarga dan kamar.
  • Are belakang : Berfungsi sebagai dapur

Penghuni Rumah Adat Luwuk

Suku yang mendiami rumah ini adalah suku asli kota luwuk yaitu suku Saluan, suku Balantak, dan suku Banggai. Suku Suku ini bertempat di wilayah yang berbeda namun masih satu lingkup. Adat istiadat, ritual, dan bentuk rumah adat suku kota luwuk masih sama, yang membedakan hanya wilayah saja.

Rumah adat luwuk juga memiliki penanda pada setiap kasta sosial bermasyarakat. Hal ini dapat dibedakan dari tinggi bumbungan yang ada di rumah tersebut.

Rumah ini juga memiliki banyak sekali ornamen pada dinding nya. Bentuk oranamen tentunya bermacam macam mulai dari ukiran, patung, maupun seni lukis.

5. Rumah Adat Boyang

rumah adat sulawesi selatan boyang

celebes.co

Rumah adat Sulawesi Selatan adalah rumah yang sering digunakan sebagai tempat tinggal, Tak hanya itu rumah adat ini juga digunakan para raja terdahulu untuk acara penting maupun upacara adat serta ritual kepercayaan mereka.

Rumah adat Boyang juga merupakan salah satu kebudayaan khas Sulawesi Selatan yang wajib dilestarikan. Mengapa? karena budaya adalah suatu warisan yang tak ternilai harganya.

Karakteristik Rumah

Rumah adat boyang berbentuk persegi panjang dan tak lupa dengan gaya rumah panggung yang khas dari Sulawesi. Uniknya rumah ini memilki banyak sekali peyangga dan penyangga tersebut tidak ditancapkan dalam tanah namun hanya di tempelkan diatasnya.

Rumah dengan gaya panggung ini berbahan dasar kayu hutan tanpa menggunakan paku dan logam lainya. Pada bagian atap menggunakan genteng dari tanah liat yang dibakar.

Yang menjadi ciri khas rumah ini adalah terdapat dua tangga sebagai jalan keluar masuk yaitu ada di depan dan belakang. Tangga tersebut harus memiliki jumlah yang ganjil seperti 7, 9, 13, menyesuaikan tinggi dari rumah boyang.

Sama halnya dengan nama rumah adat sulawesi lainya, rumah adat Boyang terbagi menjadi dua untuk kasta bangsaawan dan kasta rakyat biasa. Untuk kasta bangsawan bernama Boyang Adaq yang atapnya terdapat penutup bumbungan. Sedangkan untuk nama rumah rakyat biasa adalah Boyang Beasa yang tidak memiliki bumbungan.

Penghuni Rumah Adat Boyang

Suku yang menghuni rumah ini adalah suku mandar sulawesi selatan. Suku mandar merupakan suku khas sulawesi yang bermata pencaharian sebagai petani dan berkebun.

Suku ini terbagi menjadi dua yaitu suku mandar Sulawesi Selatan dan suku mandar Sulawesi Utara. Namum keduanya memiliki upacara adat yang sama yaitu Sayyang Pattu’du atau kuda menari dan Passandeq atau melaut menggunakan cadik.

Selain digunakan sebagai tempat tinggal, Rumah ini juga digunakan untuk acara pertemuan pemuka suku atau upacara adat lainya.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: