Tembang Gambuh ( Pengertian, Watak & Paugeran )

Published by figur prasojo on

Salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan jawa bidang kesenian adalah dengan mempelajari tentang tembang Jawa, khususnya di daerah Jawa yang merupakan pusat kebudayaan Jawa. Tembang macapat merupakan kebudayaan dari Jawa bidang kesenian, salah satu judul dari tembang ini yang akan kita bahas adalah tembang gambuh. 

Perkembangan teknologi semakin maju menjadikan budaya jawa semakin terlupakan dikarenakan adanya budaya barat yang masuk wilayah indonesia. Sebagai masyarakat jawa seharusnya bisa melestarikan budaya kita. Contohnya yaitu belajar tentang kesenian tembang jawa. Umumnya nama lain tembang adalah puisi atau syair jawa yang sudah ada sejak kerajaan Kraton Jawa Kuno.

Mau tau lebih jelas penjelasan mengenai tembang gambuh?

Simak penjelasan berikut ini 🙂

Pengertian Tembang Gambuh

dalang melantunkan tembang gambuh

prasstyle.com

Tembang gambuh merupakan salah satu kesenian tembang macapat yang menjelaskan tentang anak anak muda yang menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Tembang gambuh ini merupakan sesi kehidupan manusia yang telah bertemu dengan lawan jenis yang tepat dan sesuai. Setelah bertemu kedua insan tersebut akan mendapat doa restu dari orang tua. Kemudian keduanya menjalin hubungan dan memutuskan untuk melanjutkan hubungan yang lebih sakral yaitu pernikahan.

Pada gambaran umumnya makna dari tembang gambuh yang akan kita pelajari bukan hanya menggambarkan hubungan pernikahan dua insan saja. Tembang ini menyuguhkan kesan yang berbau nasihat nasihat mengenai bagaimana cara untuk membangun rasa persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang baik kepada sesama makhluk sosial.

Gambuh berasal dari kata bahasa jawa (tambuh, embuh, jumbuh) yang memiliki makna sesuai, tepat, dan cocok. Kata gambuh atau tembang gambuh juga dapat dimaknai dengan sebuah kecocokan atau kesepahaman antara dua insan yang bersatu. Artinya tembang gambuh dapat ditafsirkan membahas tentang pergaulan sosial secara global. Baik itu pergaulan baik dengan orang yang lebih tua, teman, tetangga maupun dengan saudara.

Dewasa ini terdapat banyak sekali remaja penerus bangsa yang susah bergaul dengan masyarakat sekitar. Anak muda lebih sibuk dengan Gadget/Handphone mereka dari pada harus berinteraksi dengan orang sekitar. Tembang ini diciptakan tidak lain dan tidak bukan untuk dilestarikan dan untuk pengingat masyarakat sebagai media dalam menasehati anak muda dalam pergaulan.

Manusia sebagai makhluk sosial harus bisa berinteraksi dengan baik kepada siapapun. Sikap ini mencerminkan orang jawa yang berbudi luhur, menyayangi yang lebih muda, dan hormat kepada yang lebih tua.

Asal Usul Tembang Gambuh

wayang kulit

commons.wikimedia.org

Macapat gambuh diperkirakan muncul pada abad ke-15. Dalu tembang ini sangat terkenal disekitar masyarakat Bali yang pada saat itu terdapat pementasan seni dan aktor teater yang bernama Panji. Bali merupakan asal pertama dan tempat terkenalnya tembang gambuh. Di daerah Bali sendiri istilah Gambuh bermakna tarian dramatari. Tembang ini juga termasuk tembang yang paling tinggi tingkatannya dan merupakan sumber dari semua jenis tarian Bali klasik.

Pementasan kesenia tembang macapat gambuh diiringi dengan alat musik tradisional Indonesia yaitu gamelan. Alat musik ini juga salah satu alat musik tradisional orang jawa.

Watak Tembang Gambuh

watak tembang gambuh

pinterest.com

Dalam kesenian tembang jawa, Tembang gambuh termasuk dalam jenis tembang tengahan seperti tembang Megatruh, Wirangrong, Jurudhemung dan Balabak. Setiap kesenian tembang jawa memiliki watak dan karakteristik yang berbeda beda. Perbedaan watak ini berguna sebagai penanda dan ciri khas dari sebuah kesenian tembang.

Watak tembang gambuh membahas mengenai kekeluargaan, kerukunan, dan kebersamaan makhluk sosial. Inti watak dari tembang ini adalah menjelaskan nasihat dalam membangun rasa persaudaraan, kekerabatan dan saling menjaga kerukunan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Sedangkan Karakteristik dari tembang ini adalah tidak ragu-ragu, wajar, dan jelas.

Dari watak dan karakter ini membuat tembang gambuh di alih fungsikan sebagai media untuk menyampaikan Pitutur (nasihat) dan pesan moral kepada khalayak umum khususnya kaum muda. Dengan penyampaian pesan moral ini, maka secara tidak langsung sudah melestarikan salah satu kesenian tembang jawa.

Paugeran (Aturan)

Paugeran adalah aturan yang dipakai pada tembang macapat. Dari seluruh tembang macapat terdapat paugeran yang berbeda beda dari setiap isi judulnya. Paugeran ini digunakan sebagai penanda sebuah tembang dan menjadi sebuah ciri khas yang dimiliki oleh kesenia tembang macapat.

Perlu kamu ketahui yang dimaksud dengan paugeran tembang merupakan aturan-aturan yang dipakai pada tembang. Aturan ini mencakup tentang jumlah baris, jumlah suku kata, serta vokal tembang. Termasuk isi nya berupa guru lagu, guru wilangan, dan guru gatra.

Berikut Adalah Aturan Tembang Gambuh :

1) Memiliki Guru Lagu (Vokal atau Huruf)

(U, U, I, U, O) Artinya adalah pada lirik yang pertama tembang ini berakhir dengan vokal huruf “U”, dilirik yang kedua berakhir dengan vokal huruf “ I “, dan seterusnya hingga lirik ke 5 yang berakhir di vokal huruf “O”.

2) Memiliki Guru Wilangan (Jumlah Suku Kata)

(7, 10, 12, 8, 8) Artinya adalah pada lirik yang pertama tembang gambuh berjumlah 7 suku kata, dilirik yang kedua berjumlah 10 suku kata dan seterusnya hingga lirik yang ke 5 berjumlah 8 jumlah suku kata.

3) Memiliki Guru Gatra (Baris Setiap Bait)

(5 Baris) Artinya adalah setiap tembang gambuh ini terdapat 5 baris setiap baitnya. Satu bait berisi 5 baris tembang gambuh dengan memerhatikan aturan guru lagu dan guru wilangan tembang ini.

Fungsi dan Tujuan Tembang

gamelan tembang

pinterest.com

Kegunaan inti dari kesenian tembang macapat gambuh adalah sebagai Pitutur (nasihat) yang baik kepada seluruh masyarakat kususnya bagi para penerus bangsa. Umumnya tembang ini ditampilkan dalam pementasan acara kesenia budaya umum, seperti pameran budaya, karawitan, ceramah, dagelan jawa, dan pewayangan. Hal ini karena, waktu yang tepat dalam melestarikan budaya jawa dan disisipkan nasihat baik sebagai pengingat akan kehidupan sosial manusia yang damai.

Amanat tembang ini yang paling sering terlihat adalah menggambarkan bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan manusia lain. Dalam membangun hubungan yang baik, manusia harus timbul rasa persaudaraan, kekerabatan dan saling menjaga kerukunan sesama manusia. Inti dari isi kesenian tembang gambuh dipaparkan untuk memberi nasihat baik dan petunjuk untuk menjadi manusia yang selayaknya.

Baca Juga :

  1. Tembang Macapat Lengkap dengan Penjelasannya
  2. Tembang Maskumambang
  3. Tembang Mijil
  4. Tembang Sinom

Contoh Tembang Gambuh

orang tua menasehati anaknya

vote-indonesia.com

Permisalan dari kesenian tembang ini terdapat banyak tema yang bermacam macam jenisnya. Kita juga bisa memprakterkan hikmah dan pelajaran dari tembang ini karena tidak hanya anak muda saja yang memerlukan nasihat, orang dewasa bahkan orang tua pun juga memerlukan nasihat yang baik.

Berikut Adalah Contoh Tembang Macapat Gambuh :

1) Tema Tata Krama

Tutur bener puniku…

Sayektine apantes tiniru…

Nadyan metu saking wong sudra papeki…

Lamun becik nggone muruk…

Iku pantes siro anggo…

Artinya :

Ucapan benar yaitu…

Yang pantas untuk ditiru…

Meskipun dari orang yang derajatnya lebih rendah…

Namun jika pengajarannya baik…

Maka pantas ditiru…

2) Tema Sosial

Ayo warga podo mersudi…

Rukun gawe santosa satuhu…

Ayo gotong royong aja gawe serik…

Teguh raya bersatu…

Mbangun jiwa nuswantara…

Artinya :

Ayo warga kita harus berusaha…

Rukun membuat sentosa seluruhnya…

Ayo bergotong royong jangan membuat onar…

Teguh agar bersatu…

Membangun jiwa nusantara…

3) Tema Nasehat

Ing wong urip puniku…

Aja nganggo ambek kang tetelu…

Anganggowa rereh ririh ngati-ati…

Den kawangwang barang laku…

Kang waskitha solahing wong…

Artinya :

Dalam sebuah kehidupan manusia…

Jangan sampai memiliki ketiga watak tersebut…

Milikilah sifat yang sabar, bijaksana dan berhati-hati…

Selalu intropeksi diri pada tingkah laku…

Pandailah membaca perilaku orang lain…

4) Tembang Gambuh Serat Wedhatama 

1)  Beda kang ngaji pumpung…

Nir waspada rubedane tutut…

Kakanthilan manggon anggung atur wuri…

Tyas riwut ruwet dahuru…

Korup sinerung angoroh…

(Rangga Warsita, Sabda Tama)

Artinya :

Berbeda dengan yang ngaji mumpung…

Hilang kewaspadaan dan banyak gangguan…

Dengan menjumpai kerepotan mengikuti hidupnya…

Hati selalu ruwet terus…

Mengambil yang bukan haknya selalu berdusta…

2) Ilang budayanipun…

Tanpa bayu weyane ngalumpuk…

Sakciptane wardaya ambebayani…

Ubayane nora payu…

Kari ketaman pakewuh…

(Rangga Warsita, Sabda Tama)

Artinya :

Hilang sopan santunnya…

Tidak memiliki kekuatan dan lemah…

Apa yang dilakukan selalu hal-hal yang berbahaya…

Sumpah dan janji hanya di mulut…

Akhirnya hanya akan menemui sesuatu yang tidak mengenakan hati…

Makna Tembang Gambuh

Makna tembang Gambuh adalah kita sebagai manusia harus berbudi luhur, menyayangi yang muda dan menghormati yang lebih tua. Tembang gambuh ini juga mengajak kita untuk membangun rasa persaudaraan, kekeluargaan, toleransi, dan saling menjaga kerukunan antar sesama manusia.

Berikut Beberapa Amanat atau Isi Tembang Macapat Gambuh :

  • Nasehat untuk menjauhkan diri dari sifat adigang, adigung, adiguna.
  • Mengajak kita untuk pandai dalam mengendalikan emosi dan hawa nafsu.
  • Pesan yang mengajarkan rasa toleransi, kekeluargaan, dan kebersamaan kepada siapapun.
  • Jangan melihat siapa yang memberi nasihat, namun lihatlah apa isi nasihatnya.
  • Mengajak kita untuk selalu jujur dan selalu mengikuti ajaran yang benar.

figur prasojo

life is journey, Santri, Desainer and Traveler

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: