Tembang Megatruh Lengkap (Pergertian, Watak, & Aturan)

Published by iqbal alaudin on

Kata “Tembang” adalah kata yang cukup familiar di telinga kita terutama masyarakat Jawa. Tembang adalah bahasa jawa dari lagu, syair, atau puisi jawa. Kesenian tembang Jawa yang cukup sering didengar oleh khalayak umum yaitu tembang Macapat (ꦩꦕꦥꦠ꧀). Terdapat sebelas isi judul dalam tembang macapat. Sama halnya dengan tembang lainnya yang membahas perihal alur kehidupan seperti tembang Mijil dan tembang Sinom. Namun kali ini kita akan membahas penjelasan lengkap mengenai tembang megatruh.

Setiap kesenian Jawa salah satunya adalah tembang pasti terdapat filosofi masing masing. Kesenian Jawa juga sangat lekat dengan adat istiadat daerah tersebut. Para masyarakat dahulu selalu mengaitkan denga hal yang baik, buruk, maupun hal mistis. Salah satunya adalah Tembang megatruh yang pembahasannya tertuju pada kematian manusia.

Lebih Lengkapnya Simak Penjelasan di Bawah Ini. 🙂

Pengertian Tembang Megatruh

wayang di iringi tembang megatruh

pinterest.com

Tembang megatruh adalah tembang yang mengkisahkan kehidupan manusia ketika sedang dijemput oleh ajal. Megatruh berasal dari dua kata bahasa jawa yaitu “megat” yang bermakna berpisah atau putus dan kata “ruh” yang bermakna roh atau jiwa. Dapat ditafsirkan bahwa tembang megatruh adalah fase terjadinya perpisahan antara ruh atau jiwa dari raga manusia.

Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti mengalami yang namanya mati. Oleh karena itu kita sebagai manusia di haruskan untuk memperbanyak perbuatan baik. Mengingat waktu dan umur manusia tidak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT. Sejatinya yang kekal adalah alam setelah kematian. Saat semua manusia dikumpulkan pada satu tempat yang luas untuk perhitungan amal di dunia.

Sudah dijelaskan pada tembang sebelumnya yaitu tembang Pangkur. Tembang yang menganjurkan manusia untuk memperbanyak amalan baik. Tembang yang menggambarkan sosok manusia sedang berproses untuk menjauhkan diri dari perkara duniawi dan lebih mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta.

Pencabutan ruh dari raga manusia terjadi ketika waktu yang telah diberikan Tuhan kepada manusia telah usai. Seperti halnya yang telah di firmankan dalam Alquran Kullu Nafsin Dzaaiqotul Maut”  yang artinya setiap jiwa pasti akan mengalami mati. Ayat ini tertuju pada seluruh makhluk hidup ciptaan Tuhan, termasuk salah satunya adalah manusia.

Dunia hanyalah sementara, Tempat dimana manusia bekerja dan memperbanyak amalan baik dan berguna bagi sesama. Perbanyaklah perbuatan baikmu untuk diri sendiri maupun orang lain. Karena akan memudahkan kita saat penimbangan amal baik dan amal buruk.

Watak Tembang Megatruh

orang tua menasehati anaknya

pinterest.com

Terdapat watak dan juga sifat pada setiap tembang macapat. Tentunya tembang megatruh juga memiliki watak dan sifatnya sendiri. Watak tembang megatruh adalah penggambaran akan sebuah kehilangan orang terdekat dan sangat dicintai. Umumnya ketika terjadi musibah seperti ini orang akan merasakan duka dan kesedihan yang mendalam.

Tembang megatruh berguna sebagai pengingat manusia agar senantiasa beramal sholeh, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Berikut Adalah Watak Tembang Megatruh :

  • Tabah
  • Duka
  • Kesedihan
  • Penyesalan
  • Keprihatinan
  • Berbela Sungkawa
  • Kehilangan Harapan
  • Putus Asa
  • Keterpurukan
  • Kepedihan
  • Rasa Sakit Hati

Watak tembang megatruh terdapat pada setiap liriknya yang tersimpan secara tersirat. Dapat merasuk pada lubuk hati ketika dapat meresapinya dengan ketulusan hati. Dengan meresapinya kita sadar akan singkatnya hidup di dunia, akan lebih meningkatkan keimanan, dan berserah diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Baca Juga :

  1. Tembang Kinanthi (Pengertian, Watak, dan Paugeran)
  2. Tembang Asmaradana (Pengertian, Watak, dan Paugeran)
  3. Tembang Mijil (Pengertian, Watak, dan Paugeran)

Paugeran (Aturan)

gamelan pengiring tembang megatruh

pinterest.com

Dalam sebuah kesenian tembang khususnya tembang macapat pasti ada yang namanya aturan. Aturan ini dipakai pada seluruh judul tembang macapat yang berguna sebagai ciri ciri dan penanda tembang. Paugeran tembang megatruh ini terdapat pada lirik dari setiap barisnya.

Perlu kita ketahui yang dimaksud dengan paugeran tembang merupakan aturan-aturan yang melekat pada tembang. Aturan ini mengatur tentang jumlah baris, jumlah suku kata, serta vokal tembang.

Berikut Adalah Aturan Tembang Megatruh :

1) Memiliki Guru Lagune Tembang Megatruh (Vokal atau Huruf)

(U, I, U, I, O) Artinya adalah di barisan yang pertama tembang ini berakhir dengan vokal huruf “U”, dibarisan yang kedua berakhir dengan vokal huruf “I“, dan seterusnya hingga baris ke 5 yang berakhir di vokal huruf “O”.

2) Memiliki Guru Wilangan Tembang Megatruh (Jumlah Suku Kata)

(12, 8, 8, 8, 8) Artinya adalah di barisan yang pertama tembang megatruh memiliki 12 suku kata, di barisan yang kedua memiliki 8 jumlah suku kata dan seterusnya hingga barisan yang ke 5 memiliki 8 suku kata.

3) Memiliki Gatra Tembang Megatruh (Baris Setiap Bait)

(5 Baris) Artinya adalah dari setiap tembang megatruh ini memiliki 5 baris setiap baitnya. Satu bait berisi 5 baris tembang megatruh dengan aturan guru lagu dan guru wilangan tembang ini.

Fungsi dan Tujuan Tembang

wayang dengan tembang

pinterest.com

Terdapat banyak fungsi dari tembang megatruh yang dapat kita ambil kisahnya. Filosofi yang mengkisahkan seorang manusia yang sedang sakaratul maut atau dicabutnya ruh dari raga manusia. Semua terjadi karena kehendak Tuhan yang Maha Kuasa. Hidup dan mati ciptaannya ada di Tangan-Nya.

Semua orang akan merasa kehilangan dan sedih yang mendalam ketika orang yang dicintainya meninggal dunia. Ajal memang tidak pandang umur, usia, maupun derajat. Ketika waktu telah habis maka semua manusia akan mengalami kematian.

Umumnya tembang ini dilantunkan pada acara adat istiadat atau pementasan seperti pewayangan, karawitan, ceramah, maupun untuk hiburan penghibur lelahnya bekerja. Tembang ini sebagai permisalan untuk mengingatkan manusia agar menjauhkan diri dari hal negatif dan menambah keimanan dengan berbuat baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Berikut Adalah Fungsi dan Tujuan Tembang Megatruh :

  • Untuk memberikan wejangan dan piwulang kepada khalayak umum.
  • Digunakan untuk menasehati sesama atau mituturi.
  • Sebagai ungkapan rasa sedih yang mendalam.
  • Sebagai ungkapan rasa kehilangan orang yang dicintai.
  • Pengingat untuk menjauhi perbuatan tercela.
  • Mengajak untuk berbuat baik pada diri sendiri maupun orang lain.
  • Sebagai pengiring acara pentas kesenian adat.
  • Digunakan untuk lagu di radio sebagai hiburan masyarakat.

Contoh Tembang Megatruh

kakak yang menasehati adeknya

pinterest.com

Contoh tembang megatruh beragam jenis temanya, baik dari tema nasihat sampai tema religi (keagamaan). Terdapat banyak sekali pengetahuan yang bisa kita dapat dari makna tembang megatruh ini. Yang mengajarkan untuk selalu berbuat baik pada siapapun dan siap meninggalkan perkara duniawi dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut Adalah Contoh Tembang Megatruh :

1) Tema Religi

1) Kawulane kabeh nyedhak padha ngrubung…

Ngupakara marang Gusti…

Kocap ana uwong maju…

Amiyak para prajurit…

Bareng ketok uwong wedok…

Artinya :

Semua umatnya mendekat dan menggerombol…

mengingatkan kepada Tuhan…

Setelah ada orang yang maju…

Diatara para prajurit…

Setelah terlihat seorang perempuan…

 

2) Dhuh dhuh Dewa Bathara ingkang linuhung…

Mugi paringa aksami…

Mring dasih kang wlas ayun…

Kasangsaya gung prihatin…

Sru nalangsa jroning batos…

Artinya :

Ya Tuhan yang maha luhur…

Berikanlah pertolongan…

Kepada orang yang membutuhkan…

Lebih-lebih kepada yang sangat kekurangan…

Begitu sedih didalam hati melihatnya…

2) Tema Nasihat

1) Lakonana klawan sabaraning kalbu…

Lamun obah niniwasi…

Kasusupan setan gundhul…

Ambebidung nggawa kendhi…

Isine rupiah kethon…

(Rangga Warsita, Serat Sabda Jati)

Artinya :

Jalanilah dengan kesabaran hati…

Apabila bergerak dari kebajikan hadapi kehancuran..

Kesurupan setan gundul…

Menggoda dengan bawa kendi…

Berisi duit yang amat banyak…

 

2) Hawya pegat ngudiya ronging budyayu…

Margane suka basuki…

Dimen luwar kang kinayun…

Kalising panggawe sisip..

Ingkang taberi prihatos…

(Rangga Warsita, Serat Sabda Jati)

Artinya :

Jangan menyudahi selalulah berbuat kebajikan…

Jalur buat kesenangan serta keselamatan…

Biar tercapai seluruh kemauan…

Bebas dari perbuatan yang bukan- bukan…

Yang tekun prihatin…

3) Tema Lingkungan

Sigra milir sang gethek si nangga bajul…

Kawan dasa kang njageni…

Ing ngarsamiwah ing pungkur…

Tanapi ing kanan kering…

Sang gethek lampahnya alon…

Artinya :

Terlihat si kapal melintas diatas buaya…

Teman akrab yang menjaga…

Didepan serta dibelakang…

Dihadapan jalan yang sulit…

Si kapal berjalan perlahan…

4) Buatan Sendiri

Karo dhawuh sadalan-sadalan anempuh…

Omah-omah diobongi…

Uwonge padha kon teluk…

Yen lumuh njur dirampungi…

Kabehe uwis kalakon…

Artinya :

Dengan perintah seiring perjalanan yang ditempuh…

Rumah-rumah dibakari…

Orangnya disuruh meminta ampun…

Bila perlu segera diselesaikan…

Semua sudah dilakukan…

Makna Tembang Megatruh

orang tua menasehati anaknya

pinterest.com

Tembang megatruh menyinggung masalah kematian manusia atau biasa disebut Sakaratul Maut. Untuk itu perbanyaklah berbuat baik serta tingkatkan keimanan dan jauhi perkara tercela. Mengingat waktu dan umur manusia yang sangat rahasia. Proses pencabutan ruh dari raga manusia akan terasa ringan apabila banyak melakukan perbuatan baik di dunia. Dan sebaliknya apabila sering melakukan perbuatan tercela maka pencabutan ruh manusia akan terasa berat dan menyakitkan.

Kita sebagai orang yang ditinggalkan harus merelakan dan ikhlas lahir batin. Keikhlasan membuat orang yang meninggal akan tenang di alam kuburnya. Karena sejatinya orang meninggal itu masih hidup layaknya manusia biasa namum berada pada alam yang berbeda

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: