Tembang Mijil (Pengertian, Watak, dan Paugeran)

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai tembang maskumambang. Dan kali ini kita akan membahas tembang macapat yang ke 2 yaitu tembang mijil. Pada umumnya tembang mijil menceritakan tentang kelahiran bayi di dunia. Adapula yang menyebutkan bahwa tembang ini menjelaskan tentang munculnya sesuatu hal yang baik.

Tembang adalah bahasa jawa dari lagu/syair. Cukup familiar di telinga masyarakat jawa yaitu tembang Macapat (ꦩꦕꦥꦠ꧀). Kesenian tembang macapat sudah ada sejak zaman kerajaan Kraton Kuno yang berdiri sebelum kerajaan Majapahit. Tembang yang juga sebagai pengingat akan kehidupan sebagai manusia selayaknya.

Pada zaman dahulu tembang digunakan sebagai media dakwah kepada masyarakat yang bertujuan untuk menasihati dan memberi pemahaman hidup. Ada yang menyebutkan bahwa tembang mijil ini adalah karya dari Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus. Tembang mijil juga digunakan oleh Sunan Gunung Jati di wilayah Banten dan Cirebon.

Mau Tau Penjelasan Lebih Lengkap Mengenai Tembang Mijil? 

Simak Penjelasan di Bawah Ini 🙂

Pengertian Tembang Mijil

bayi tidur karena mendengar tembang
pinterest.com

Kesenian tembang Mijil adalah kesenian tembang macapat urutan nomor 2 yang sebelumnya terdapat tembang maskumambang. Dalam bahasa jawa mijil memiliki makna “yang pertama”. Tembang mijil mendeskripsikan perihal kehidupan manusia tentang kelahiran bayi di dunia yang telah dikandung ibu selama 9 bulan. Terdapat penyataan lain yang menafsirkan bahwa tembang mijil bermakna wujud keinginan yang kuat untuk menjadi pribadi lebih baik.

Kesenian tembang mijil sering diartikan dengan muncul, tampil, atau yang berkesinambungan dengan kelahiran bayi. Itulah mengapa tembang mijil ini ditempatkan di nomor 2 setelah tembang maskumambang yang membahas janin dalam kandungan ibu. Di dalam Bahasa jawa kata mijil memiliki bahasa lain diantaranya adalah wiyos, wijil, medal, raras, sulastri, yang memiliki makna keluar.

Buah hati yang baru keluar dari perut ibunya membutuhkan perlindungan serta cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Bayi yang masih suci yang bermakna lahirnya keinginan dan harapan untuk menjadi manusia yang baik.

Metode yang menjadi alasan mengapa para wali songo dahulu menggunakan lantunan kesenian ini untuk media pembelajaran bagi orang tua dalam merawat anak dengan baik, memberi kasih sayang, dan memberi makanan yang halal.

Asal Usul Tembang Macapat Mijil

sunan gunung jati
pinterest.com

Kesenian tembang Jawa adalah satu dari banyak metode dakwah islam para wali sanga zaman dahulu. Masyarakat jawa terdahulu sangat menyukai lantunan tembang. Karena kesenian ini termasuk peninggalan nenek moyang mereka. Umumnya nyanyian tembang ini diiringi dengan tabuhan gamelan serta pertunjukan wayang, ceramah, maupun karawitan.

Dengan adanya metode penunjang ini, Para wali songo memanfaatkan situasi untuk menyebarkan agama islam di wilayah jawa. Terdapat dua pernyataan pendapat yang berbeda dalam penggunaan kesenian tembang mijil ini untuk pertama kali.

Pernyataan pertama menafsirkan bahwa Ja’far Shodiq atau yang dikenal sebagai Sunan Kudus. Beliau yang menciptakan kesenian tembang ini. Pendapat kedua menyatakan bahwa Sunan Gunung Jati yang menggunakan tembang ini sebagai media dakwah di wilayah Jawa Barat khususnya daerah Banten dan Cirebon.

Kesenian tembang memang sangat kental dengan kepercayaan adat Jawa pada zaman dahulu. Sehingga para wali songo mudah untuk menasihati serta disisipi dakwah penyebaran agama Islam. Berdakwah dengan  media tembang maka akan sangat mudah diterima oleh masyarakat karena orang jawa daluhu juga sangat menyukai lantunan tembang. Ini adalah satu dari banyak alasan diciptakannya tembang mijil di tanah Jawa dan jenis tembang lainnya.

Watak Tembang Mijil

anak merawat burung
pinterest.com

Setiap tembang macapat memiliki watak masing masing dari setiap judulnya. Watak tembang mijil ini menggambarkan kisah khas dalam cerita. Sama halnya dengan kesenian tembang mijil yang memiliki sifat yang menjadi ciri khas dan disisipkan makna tersirat pada setiap lirik-liriknya.

Watak tembang mijil berisi mengenai kasih sayang seorang ibu pada bayi dalam kandungannya. Kata mijil dalam bahasa jawa kuno memiliki makna keluarnya sebuah harta suci yang sangat berharga yang memiliki keinginan untuk tumbuh dewasa dan menjadi pribadi yang baik.

Berikut Adalah Watak Tembang Mijil :

  • Belas kasih
  • Perhatian
  • Cinta
  • Menasehati
  • Pengharapan
  • Kekuatan
  • Ketabahan dalam menjalani hidup

Tembang memiliki watak dan sifat yang tersimpan secara tersirat pada setiap lirik liriknya. Sehingga setiap tembang memiliki watak yang berbeda beda. Watak tembang mijil ini menggambarkan kehidupan sebagai manusia yang harus selalu menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.

Orang jawa dahulu melantunkan kesenian tembang mijil bermaksud untuk mengajari dan wewerah (membimbing) orang orang awam. Ditampilkan dalam acara pementasan sebagai permisalan orang tua. Artinya untuk memberikan nasihat dan kasih sayang untuk anaknya.

Baca Juga :

  1. Tembang Pocung Lengkap (Pengertian, Watak, & Aturan)
  2. Tembang Gambuh ( Pengertian, Watak & Paugeran )
  3. Tembang Pangkur Lengkap (Pengertian, Watak, & Aturan)

Paugeran (Aturan)

aksara jawa
pinterest.com

Paugeran adalah aturan yang dipakai pada tembang macapat. Dari 11 tembang macapat memiliki paugeran yang berbeda beda dari setiap judulnya. Paugeran ini menjadi ciri ciri yang dimiliki oleh tembang macapat.

Berikut Adalah Aturan Tembang Mijil :

1) Memiliki Guru Lagu (Vokal atau Huruf)

( I, O, E, I, I, O) Artinya adalah di lirik yang pertama tembang mijil berakhir dengan vokal huruf “I”, di lirik yang kedua berakhir dengan vokal huruf “O“, dan seterusnya sampai baris lirik ke 6 yang berakhir di vokal huruf “O”.

2) Memiliki Guru Wilangan (Jumlah Suku Kata)

(10, 6, 10, 10, 6, 6) Artinya adalah di lirik yang pertama tembang mijil memiliki 10 jumlah suku kata, di lirik yang kedua memiliki 6 suku kata dan seterusnya sampai baris lirik yang ke 6 memiliki 6 suku kata.

3) Memiliki Guru Gatra (Baris Setiap Bait)

(6 Baris) Artinya adalah pada setiap kesenian tembang mijil ini memiliki 6 baris di setiap baitnya. Satu bait berisi 6 baris tembang mijil dengan aturan guru lagu dan guru wilangan tembang ini

Fungsi dan Tujuan Tembang

tembang mijil
pinterest.com

Dahulu sebuah kesenia di ciptakan pasti memiliki tujuan dan maksud tertentu. Kebiasaan yang sering dilakukan orang jawa yaitu selalu menempatkan tujuan dan maksud tertentu pada setiap akhir cerita. Kesenian tembang mijil ini berguna sebagai metode penyebaran dakwah dan hiburan yang sering digunakan oleh masyarakat khususnya orang yang berpengaruh pada daerah tersebut.

Berikut Adalah Fungsi Tembang Mijil :

  • Sebagai materi pendidikan bahasa jawa untuk para pelajar.
  • Pementasan seni tradisional.
  • Hiburan saat lelah bekerja.
  • Pengiring dalam upacara temu manten (pengantin).
  • Mengandung filosofi kehidupan manusia.

Makna Tembang Mijil

wayang yang di iringi tembang mijil
prasstyle.com

Di dalam kesenia tembang mijil terdapat banyak sekali filosofi kehidupan manusia. Kita harus melestarikan kesenian budaya jawa ini agar tidak hilang oleh zaman khususnya masyarakat pulau jawa. Kesenian tembang mijil juga mengaharuskan manusia agar selalu berlaku baik kepada siapapun dan kapanpun.

Berikut Adalah Makna dan Amanat Tembang Mijil :

  • Nasehat untuk kaum hawa yang sudah memiliki suami agar bertanggung jawab dan menjalankan kewajibannya sebagai istri.
  • Jangan takut untuk berbuat baik.
  • Perintah untuk memperbanyak keilmuan dan bersikap kesatria.
  • Hendaklah kita selalu berprasangka baik kepada Tuhan dan menerima takdir.
  • Selalu yakin dalam jalan kebenaran.
  • Ikhlas, sabar dan sederhana.

Contoh Tembang Mijil

Contoh dari tembang mijil memiliki banyak tema yang beragam. Kita juga bisa mengambil pelajaran dari tembang ini karena tidak hanya kaum muda saja yang memerlukan nasihat, orang dewasa bahkan orang tua pun juga memerlukan nasihat.

Berikut Adalah Contoh Tembang Mijil :

1) Tembang Mijil Sunan Kalijaga

1) Lan den nedya prawira ing batin…

Nanging aja katon…

Sasabana yen durung mangsane…

Kekendelan aja wani mingkis…

Wiweka ing batin…

Den samar den semu…

Artinya :

Dan milikilah sifat ksatria di dalam batin…

Namun jangan diperlihatkan…

Rahasiakan jika belum sampai pada masanya…

Atas keberaniannya jangan sampai dihilangkan…

Tatalah dalam batinmu…

Agar menjadi samar dan semu…

 

2) Lan densami mantep maring becik…

Lan ta wekas ingong…

Aja kurang iya panrimane…

Yen wus tinitah maring Hyang Widhi…

Ing badan puniki…

Wus papancenipun…

Artinya :

Dan selalu mantap dalam kebaikan…

Dan juga pesanku…

Jangan sampai kurang syukurnya…

Jika sudah menjadi kehendak Tuhan…

Kepada diri ini…

Sudah menjadi ketetapanNya…

2) Tema Pendidikan

1) Wulang estri kang wus palakrami…

Lamun pinitados…

Amengkoni mring balewismane…

Among putra marusentanabdi…

Den angati-ati…

Ing sadurungipun…

Artinya :

Nasihat untuk wanita yang sudah berumah tangga…

Hendaknya dapat dipercaya…

Melindungi rumah tangganya…

Mengasuh anak, maru keluarga dan abdi…

Selalu berhati-hati…

Sebelum melakukan sesuatu…

 

2) Madya ratri kentarnya mangikis…

Sira Sang lir sinom…

Saking taman miyos butulane…

Datan wonten cethine udani…

Lampahe lestari…

Wus ngambah marga Gung..

Artinya :

Tengah malam suasana mencekam…

Dia Sang pemuda..

Dari taman keluar pintu belakang…

Tidak ada yang menanyai…

Perjalanannya selamat…

Sudah sampai jalan besar..

3) Tembang Mijil Poma Kaki

Poma kaki padha dipuneling…

Ing pitutur ingong…

Sira uga satriya arane…

Kudu anteng jatmika ing budi…

Ruruh sarta wasis…

Samubarang ipun…

Artinya :

Wahai anakku ingatlah selalu…

Atas nasihat dariku…

Dirimu disebut juga sebagai satria…

Harus tenang dan baik budi pekertinya…

Sabar serta pandai…

Atas segala hal…

4) Tembang Mijil Populer “Dedalane guno lawan sekti”

Dedalane guno lawan sekti…

Kudu andhap asor…

Wani ngalah duwur wekasane…

Tumung kulo yen dipun dukani…

Bapang den simpangi…

Ono catur mungkur…

Makna Dedalane Guno Lawan Sekti

Makna yang pertama dengan kalimat yang menggambarkan tentang jalan yang di dalam bahasa jawa adalah “dedalane” supaya seseorang bisa bermanfaat serta sakti. Hal tersebut sebagai pengingat kepada kita bahwa.

  • Tujuan kita hidup di dunia ini ada dua perspektif, yang pertama adalah mempersiapkan bekal sesudah mati, karena kita pasti menghadapi kematian, tidak ada yang kekal di dunia ini.
  • Tujuan yang kedua adalah melakukan sesuatu yang baik dalam kehidupan supaya memberikan manfaat bagi lingkungan serta memiliki makna yang tidak sia-sia.

Sedangkan kata sakti bisa dimaknai sebuah gambaran ilmu serta keterampilan. Bait ini, bisa diartikan sebagai berikut :

  • Orang Islam harus memiliki ilmu untuk beribadah kepada Allah SWT.
  • Hidup di dunia dapat bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.
Makna Kudu Andap Asor

Arti dari andap asor adalah di bawah. Sebagai manusia harus dapat menempatkan posisi, supaya kita dapat menghargai dan dihargai orang lain dengan baik. Maksudnya adalah kita harus menempatkan orang lain lebih tinggi dari pada kita sendiri, selalu menghargai dan menghormati yang lebih tua.

Hal tersebut dilakukan tidak padang baik atau tidaknya, pandai atau tidaknya, orang kaya atau orang miskin, pejabat atau bukan pejabat. Kita harus tetap selalu menghargainya sebagai sesama manusia. Kalimat ini seolah olah memberikan penekanan, agar seseorang mampu untuk (tahu diri) sehingga bisa menempatkan dirinya.

Makna Wani Ngalah Dhuwur Wekasane

Makna bait yang ketiga adalah kita diminta untuk mengalah justru membutuhkan keberanian. Meski dalam agama islam musuh terbesar manusia adalah pada dirinya sendiri “hawa nafsu”. Mengalah bukan berarti kalah dengan orang lain, akan tetapi kita menang atas diri kita sendiri.

Arti mengalah disini adalah ketika kita mampu mengondosikan hawa nafsu kita. Kita juga membutuhkan sebuah keberanian. Derajat manusia akan meningkat di mata Allah SWT ketika kita bersabar, mengalah dan mampu mengondisikan hawa nafsu.

Makna Tumung Kula Yen Dipun Dukani

Kata dimarahi bisa diartikan sebagai berikut :

  • Dimarahi oleh alam.
  • Orang lain.
  • Di ujung perenungan, bisa oleh sang pencipta.

Sebuah bencana kecil ataupun bencana yang besar yang menimpa diri sendiri atau orang banyak, karena kita diberi peringatan atau kita dimarahi. Makna yang keempat adalah tumbung kulo”  artinya adalah janganlah membantah, dapat diartikan jika dimarahi “didukani”  sebaiknya janganlah membantah seperti tidak putus asa, tidak melawan, dan tidak saling menyalahkan.

Makna Bapang Den Simpang

Tembang mijil yang kelima ini adalah bermakna bapeng” yang artinya nama sebuah gubah tari yang di konotasikan untuk foya foya. Jadi maksudnya adalah sebaiknya untuk menghindari perkara yang sifatnya berlebihan. Makna “Bapeng” dapat bermakna sesuatu yang tampak bagus di sisi luarnya namun pada sisi dalamnya terlihat buruk.

Hal ini, dijabarkan pada sikap-sikap yang arogan, serta pencitraan atau biasa disebut sifat riya’.

  • Senang jika orang lain menggunakan atau membanggakan kita.
  • Memiliki sifat yang suka dipuji.

Hal itu lah, seharusnya kita hindari sejauh mungkin. Dan seharusnya manusia mempunyai sifat yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Dalam bahasa arabnya disebut dengan Qonaah.

Makna Ono Catur Mungkur

Kesenian tembang mijil bait yang terakhir ini memiliki makna secara rinci untuk menghindari pergunjingan. Hal ini umumnya terjadi karena berprasangka buruk terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Kita hanya terlalu sibuk menanggapi prasangka buruk terhadap diri sendiri, seharusnya kita lebih fokus lagi kepada apa yang kita kerjakan yang bertujuan untuk memberikan sebuah manfaat untuk orang banyak.

Leave a Reply

%d bloggers like this: