Tembang Sinom (Pengertian, Watak, dan Paugeran)

Kita ketemu lagi teman teman. Tahukah kamu mengenai tembang jawa?. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas definisi dari tembang macapat. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu dari tembang macapat tersebut yaitu tembang sinom. Tahukah kamu asa usul tembang sinom.

Tembang adalah salah satu kesenia puisi atau syair jawa yang harus dilestarikan. Setiap tembang macapat memiliki maksud dan tujuan dari masing masing judulnya. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya tembang macapat adalah tembang yang menggambarkan arti sebuah kehidupan manusia di dunia ini. Mulai dari lahir hingga kematian.

Diantara tembang macapat lainnya, tembang sinom juga memiliki aturan atau yang biasa disebut paugeran yang berbeda dengan lainnya. Maksud dan tujuannya pun juga berbeda.

Oke kita akan membahas lebih rinci mengenai tembang sinom. Mau tahu?

Simak penjelasan dibawah ini.

Pengertian Tembang Sinom

gamelan Tembang sinom
Prasstyle.com

Tembang sinom berasal dari kata “Sinom” (Bahasa Jawa) yang bermakna pucuk daun muda yang baru tumbuh dan bersemi. Tembang ini adalah salah satu tembang macapat yang menggambarkan kehidupan manusia pada saat remaja atau masa pubertas. Dimana gambaran seseorang yang sedang mencari jati diri dan rasa sangat ingin tahu banyak hal.

Seorang remaja pasti mengalami perubahan, mulai dari segi fisik maupun psikologis. Masa remaja adalah masa dimana seorang anak yang mencari jati diri dalam hidup mereka dan ingin kebebasan dalam melakukan banyak hal. Hal ini dibuktikan dengan rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru yang sangat tinggi tanpa melihat akibat yang akan datang.

Dewasa ini banyak sekali remaja yang kurang paham dalam mencari jati diri mereka. Banyak remaja menghabiskan masa mereka untuk berfoya foya, melakukan hal negatif, narkoba, maupun seks bebas. Hawa nafsulah yang menjadi ujung tombak utama tanpa memikirkan akibat yang datang. Salah pergaulan dan lingkungan mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa remaja saat ini dapat melakukan hal demikian.

Kita sebagai orang jawa wajib melestarikan budaya yang sudah ada, salah satu contohnya yaitu tembang sinom ini. Dengan melestarikan kebudayaan jawa ini diharapkan kaum remaja dapat terselamatkan lewat nasihat dan pesan moral yang disampaikan oleh tembang sinom ini.

Watak Tembang Sinom

watak tembang
ublik.id

Dalam bahasa Jawa kata sinom adalah daun muda yang baru tumbuh atau umumnya disebut dengan “si enom” yang memiliki makna masih muda. Sifat dan watak tembang sinom pasti terkandung dalam setiap lirik liriknya. Terdapat banyak sekali watak yang terkandung dalam tembang macapat ini seperti bahagia, kebijaksanaan, emosional dan masih banyak lagi.

Watak tembang sinom menggambarkan manusia dengan ketulusan, kesabaran, kebijaksanaan, dan keramahan dalam menyampaikan nasihatnya kepada orang lain. Tembang ini memiliki karakter kesabaran yang tulus dan keramahan.

Berikut Adalah Watak Tembang Sinom :

  • Bahagia
  • Bijaksana
  • Tegas
  • Menasehati
  • Percaya Diri
  • Emosional
  • Senang
  • Rasa Ingin Tahu

Orang jawa pada zaman dahulu melantunkan tembang ini bertujuan untuk hiburan dan khususnya untuk piwulang (mengajari) dan wewerah (membimbing) masyarakat. Dapat juga digunakan untuk mengisi acara kesenian budaya artinya adalah memberikan nasihat-nasihat untuk anaknya.

Paugeran (Aturan)

dalang bermain wayang
infopublik.id

Paugeran adalah aturan yang dipakai pada tembang macapat. Dari 11 tembang macapat memiliki paugeran yang berbeda beda dari setiap judulnya. Paugeran ini menjadi ciri ciri yang dimiliki oleh tembang macapat.

Perlu kamu ketahui, paugeran merupakan aturan yang dipakai oleh sebuah tembang. Aturan aturan pada tembang ini meliputi guru lagu, guru garta, dan guru wilangan.

Berikut Adalah Aturan Tembang Sinom :

1) Memiliki Guru Lagu (Vokal atau Huruf)

(A, I, A, I, I, U, A, I, A) Artinya adalah pada satu baris lirik yang pertama tembang ini berakhir dengan vokal huruf “A”, dilirik yang kedua berakhir dengan vokal huruf “ I “, dan seterusnya hingga baris ke 9 yang berakhir di vokal huruf “A”.

2) Memiliki Guru Wilangan (Jumlah Suku Kata)

(8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12) Artinya adalah pada satu baris lirik yang pertama tembang macapat sinom memiliki 8 suku kata, dilirik yang kedua memiliki 8 suku kata dan seterusnya hingga barisan yang ke 9 memiliki 12 suku kata.

3) Memiliki Guru Gatra (Baris Setiap Bait)

(9 Baris) Artinya adalah setiap isi dari tembang sinom ini memiliki 9 baris pada setiap baitnya. Satu bait berisikan 9 baris tembang sinom dengan aturan guru lagu dan guru wilangan tembang ini.

Fungsi dan Tujuan Tembang

orang tua menasehati anaknya
prasstyle.com

Fungsi utama yang terkandung dalam penggunaan tembang sinom yaitu untuk mengajari (piwulang) dan sebagai membimbing (wewerah) kepada masyarakat khusunya anak-anak muda. Serta digunakan oleh orang tua untuk memberikan nasihat positif kepada anak-anaknya. Guna agar kehidupan masa muda yang lebih terarah dan tidak terjerumus pada jalur negatif.

Selain itu, karena fungsi utama tembang sinom untuk memberikan sebuah nashat kepada masyarakat, sebagai contoh tema dari tembang macapat sinom yang paling familiar dan sering kali digunakan adalah tema tentang nasihat, tema perjuangan, dan tema tentang pendidikan.

Baca Juga :

  1. Lirik & Makna Kidung Wahyu Kolosebo
  2. 7 Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Contoh Tembang Sinom

Contoh dari tembang ini terdapat banyak tema yang bermacam macam. Kita juga dapat mengambil ilmu moral dari tembang ini. Karena tidak hanya anak anak dan remaja saja yang memerlukan nasihat, orang dewasa bahkan orang tua sekali pun juga memerlukan nasihat.

Berikut Adalah Contoh Tembang Macapat Sinom :

1) Tema Kehidupan

Katatengi tangis sira…

Sira sang paramengkawi…

Kawilating tyas duh kita…

Kataman ing reh wirangi…

Dening upaya sandi…

Sumaruna anerawung…

Mangimur manuhara…

Met pamrih melik pakoleh…

Temah seneng ing karsa tanpa wiweka…

Artinya Adalah

Saat itulah hatinya menangis…

Dia dalang sang pujangga…

Diliputi hati yang sedih…

Mendapatkan hinaan dan malu…

Karena perbuatan seseorang…

Semula orang tersebut memberikan harapan…

Menghiu hatinya…

Memiliki keinginan untuk memperoleh sesuatu…

Sehingga sang pujangga karena terlalu gembira tidaklah waspada…

2) Tema Budi Pekerti

Ujaring panitisastra…

Awewarah asung peling…

Ing zaman keneng musibah…

Wong ambeg jatmiko kontit…

Mengkono yen niteni…

Pedah apa amituhu…

Parwata lolawaran…

Mundhak anggreranta ati…

Angur angiket caritaning kuno…

Artinya Adalah

Menurut buku panitisastra…

Memberikan ajaran  yang mengingatkan…

Di zaman yang penuh dengan gangguan dan kejahatan…

Orang yang berbudi tidak terpakai…

Demikian itu kalau kita meneliti dengan seksama…

Apa gunanya mempercayainya…

Kabar yang tidak dijelaskan…

Hanya akan menyusahkan hatinya…

Lebih baik menulis cerita di zaman kuno…

3) Tema Tata Krama

Bonggan kang tan merlakeno…

Mungguh ugering kaurip…

Uripe lan tri prakara…

Wirya, arta, wi sinasis…

Kaluwan konsi sepi…

Saka wilangan tertelu…

Telas tilasing janma…

Aji godong jati aking…

Temah popo pariman mulandhana…

Artinya Adalah

Salah kamu sendiri yang tidak butuh…

Sedangkan aturannya hidup…

Hidupnya ada tiga perkara…

Kekuasaan, harta dan kepinteran…

Jika tidak dapat semuanya…

Dari ketiga perkara itu…

Maka seburuk-buruknya manusia…

Lebih berharga dari daun jati yang sudah kering…

Akhirnya kasihan tidak punya apa-apa, minta-minta sampai kemana-mana…

Isi dan Pesan Moral Tembang Sinom

Pesan moral tembang
vote-indonesia.com

Kebudayaan Jawa seperti kesenian tembang sangat menarik untuk dipelajari, karena jenis tembang macapat ini menggambarkan kehidupan keseharian manusia mulai dari awal lahir, remaja, dewasa sampai akhirnya meninggal dunia. Ada beberapa pesan moral yang penting terdapat pada lirik tembang ini. Pesan moral ini tentunya perkara hal positif dan bisa menjadi pelajaran untuk kita ambil hikmahnya.

Berikut Adalah Pesan Tembang Macapat Sinom :

  • Manusia harus mengedepankan masalah kedewasaan akal berpikir sebelum bertindak.
  • Sebagai manusia kita harus memiliki watak yang ikhlas, sabar, dan tidak sombong.
  • Ketika ingin derajat manusia tinggi dan kehidupan mapan yang harus mempunyai tiga perkara yaitu memiliki kecerdasan, kekuasaan, dan harta.
  • Mencontoh perilaku orang dahulu yang mempunyai sopan santun dan akhlak yang mulia.
  • Manusia harus menjauhi perilaku yang buruk dan berlaku baik pada siapapun.
  • Kehidupan ingin tentram harus selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Leave a Reply

%d bloggers like this: