Tembang Asmaradana (Pengertian, Watak, dan Paugeran)

Published by iqbal alaudin on

Salah satu upaya untuk melestarikan budaya jawa adalah dengan belajar tentang tembang macapat, khususnya di daerah Jawa. Tembang macapat adalah kesenian warisan budaya dari Jawa, salah satu judul dari tembang ini adalah tembang asmaradana. 

Tembang adalah bahasa jawa dari lagu/syair. Cukup familiar di telinga masyarakat jawa yaitu tembang Macapat (ꦩꦕꦥꦠ꧀). Tembang macapat sudah ada sebelum Majapahit yaitu pada zaman kerajaan Kraton kuno. Tembang yang juga sebagai pengingat akan kehidupan sebagai manusia selayaknya.

Pada zaman dahulu tembang digunakan sebagai media dakwah kepada masyarakat yang bertujuan untuk menasihati dan memberi pemahaman hidup. Menjadikan manusia sebagai pribadi yang berbudi luhur, mengerti arti kehidupan di dunia, serta dapat menghormati sesama.

Mau Tau Penjelasan Lengkap Mengenai Tembang Asmaradana?

Simak dan Pahami Pembahasan di Bawah Ini! 🙂

Pengertian Tembang Asmaradana

tembang asmaradana

pinterets.com

Tembang asmarandana adalah tembang yang menceritakan kehidupan manusia yang sedang kasmaran atau sedang jatuh cinta dengan lawan jenisnya. Pada umumnya tembang asmaradana berisi kisah cinta seseorang yang dialami oleh anak muda yang memiliki perasaan dan gejolak hati berapi-api terhadap lawan jenis.

Tembang asmaradana merupakan salah satu tembang yang banyak menggambarkan gejolak asmara yang dialami manusia. Temban ini berasal dari dua kata yaitu “Asmoro” yang memiliki makna asmara, cinta dan kasih sayang dan kata “Dhana” memiliki makna berapi api. Dalam keseluruhan makna tembang asmaradana bisa di artikan seperti seseorang yang sedang jatuh cinta atau memiliki pesarasaan terhadap lawan jenis yang menggebu gebu.

Tembang asmaradana umumnya dialami pada fase manusia dimasa remaja yang telah mengenal cinta terhadap pasangan lawan jenisnya. Tembang Asmaradana beriringan dengan Tembang Sinom dan Tembang Kinanthi. Saat manusia mengalami fase remaja, pencarian jati diri dan rasa ingin tahu beriringan dengan rasa suka terhadap lawan jenis.

Hal ini yang biasa dialami remaja sekarang. Tembang asmaradana bermakna tak hanya sebagai rasa cinta dan kasih sayang terhadap lawan jenis. Cinta terhadap Tuhan yang Maha Kuasa, sesama manusia, kepada orang tua, saudara, dan sahabat juga termasuk makna dari tembang ini. Semua itu sudah menjadi kodrat manusia yang memiliki perasaan.

Watak Tembang Asmaradana

remaja yang kasmaran

pinterest.com

Setiap tembang macapat memiliki watak masing masing dari setiap judulnya. Watak tembang asmaradana ini menggambarkan kisah khas dalam cerita. Begitu juga dengan tembang lain yang memiliki sifat khas yang melekat kepada setiap lirik-liriknya.

Pengaruh emosional manusia yang dirasakan di sampaikan lewat tembang dan syair, hal ini membuat perbedaan pada semua jenis tembang. Watak tembang asmaradana yang terdapat pada tembang ini adalah rasa emosional manusia yang dapat ditemui pada setiap lirik lirik tembang.

Berikut Adalah Watak Tembang Asmaradana :

  • Senang
  • Bahagia
  • Gembira
  • Sedih
  • Rasa Pilu
  • Romansa
  • Cinta
  • Kasih Sayang
  • Kecewa
  • Patah Hati

Watak tembang asmaradana terdapat pada lirik lirik tembang, sehingga setiap tembang memiliki watak yang berbeda beda. Watak tembang asmaradana ini menjelaskan bahwa sebagai manusia kita harus harus selalu menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.

Rasa cinta manusia terhadap lawan jenis tidak boleh melebihi rasa cinta terhadap Sang Pencipta. Semua manusia pasti mengalami mati, agar kecewa tidak berlarut larut kita harus mencintai dengan sewajarnya. Yang memiliki keabadian hanya Tuhan yang Maha Esa sebagai pencipta seluruh alam.

Sifat dan watak tembang asmaradana di atas banyak digunakan oleh masyarakat sebagai media penyampaian pesan, baik itu sebuah pitutur (nasihat) maupun pesan moral. Tujuan penyampaian pesan tersebut guna dapat membimbing, mendidik, dan mengarahkan pada hal yang positif.

Baca Juga :

  1. Tembang Sinom
  2. Tembang Gambuh
  3. Tembang Mijil

Paugeran (Aturan)

anak belajar tembang

pinterest.com

Paugeran adalah aturan yang dipakai pada tembang macapat. Dari 11 tembang macapat memiliki paugeran yang berbeda beda dari setiap judulnya. Paugeran ini menjadi ciri ciri yang dimiliki oleh tembang macapat.

Perlu kita ketahui yang dimaksud dengan paugeran tembang merupakan aturan-aturan yang melekat pada tembang. Aturan ini mengatur tentang jumlah baris, jumlah suku kata, serta vokal tembang.

Berikut Adalah Aturan Tembang Asmaradana :

1) Memiliki Guru Lagu (Vokal atau Huruf)

(A, I, E, A, A, U, A) Artinya adalah di barisan yang pertama tembang ini berakhir dengan vokal huruf “A”, dibarisan yang kedua berakhir dengan vokal huruf “I“, dan seterusnya hingga baris ke 6 yang berakhir di vokal huruf “A”.

2) Memiliki Guru Wilangan (Jumlah Suku Kata)

(8, 8, 8, 8, 7, 8, 8) Artinya adalah di barisan yang pertama tembang asmaradana memiliki 8 jumlah suku kata, di barisan yang kedua memiliki 8 jumlah suku kata dan seterusnya hingga barisan yang ke 7 memiliki 8 jumlah suku kata.

3) Memiliki Guru Gatra (Baris Setiap Bait)

(7 Baris) Artinya adalah dari setiap tembang ini memiliki 7 baris setiap baitnya. Satu bait berisi 7 baris tembang asmaradana dengan aturan guru lagu dan guru wilangan tembang ini.

Fungsi dan Tujuan Tembang

wayang kulit asmaradana

pinterest.com

Sesuai dengan asal bahasa kata dari tembang asmaradana yang berarti rasa cinta yang berapi api. Rasa cinta kita terhadap manusia maupun lawan jenis tidak boleh melebihi rasa cinta terhadap yang Maha Kuasa. Karena pada dasarnya manusia hanya makhluk yang lemah, manusia tak berdaya tanpa adanya Tuhan yang Maha Kuasa.

Berikut Adalah Fungsi Tembang Asmaradana :

  • Untuk memberikan wejangan dan piwulang kepada pemuda.
  • Digunakan untuk menasehati sesama atau mituturi.
  • Sebagai ungkapan bahagia dan rasa senang.
  • Sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang.
  • Sebagai ungkapan rasa pilu dan sedih.
  • Sebagai ungkapan patah hati seseorang.
  • Sebagai pengiring pementasan seni.
  • Digunakan untuk lagu di radio sebagai hiburan masyarakat.

Contoh Tembang Asmaradana

Contoh dari tembang asmaradana memiliki banyak tema yang beragam. Kita juga bisa mengambil pelajaran dari tembang asmaradana ini karena tidak hanya kaum muda saja yang memerlukan nasihat, orang dewasa bahkan orang tua pun juga memerlukan nasihat.

Berikut Adalah Contoh Tembang Asmaradana :

1) Tema Katresnan

1) Kidung kedresaning kapti…

Yayah nglamong tanpa mangsa…

Hingan silarja jatine…

Satata samaptaptinya…

Raket rakiting ruksa…

Tahan tumaneming siku…

Karasuk sakeh kasrakat…

Artinya :

Nyanyian keseriusan hati…

Seolah kacau tanpa kenal waktu…

Hingga keselamatan yang paling benar…

Siap akan hatinya…

Menjalani rangkaian masalah…

Tahan menghadapi kemarahan…

Menerima segala penderitaan…

 

2) Gegaraning wong akrami…

Dudu bandha dudu rupa…

Amung ati pawitane…

Luput pisan kena pisan…

Lamun gampang luwih gampang…

Lamun angel, angel kalangkung…

Tan kena tinumbas arta…

Artinya :

Penguat dalam pernikahan…

Bukan hanya harta atau fisik…

Namun hatilah modal utamanya…

Apabila jadi, jadi selamanya…

Jika mudah akan semakin gampang…

Jika sulit akan semakin sulit bukan main…

Tidak dapat ditebus dengan harta…

2) Tema Nasihat

Lumrah tumrap wong ngaurip…

Dumunung sadhengah papan…

Tan ngrasa cukup butuhe…

Ngenteni rejeki tiba…

Lamun tanpa makarya…

Sengara dapat kepthuk…

Kang mangkono bundhelana…

Artinya :

Sudah semestinya orang hidup…

Hidup dimana mana…

Tidak merasa cukup akan kebutuhanya…

Menunggu rejeki datang…

Kalau tidak bekerja…

Tidak akan mungkin mendapatkan rejeki…

Maka dari itu ingatlah…

3) Tema Budaya

Nandang budaya ing ati…

Rasane apik lan indah…

Kaya edan bebasane…

Apa maneh ndugi mripat…

Tambah becik lan indah…

Budaya mboten ditumbas…

Amarga kudu dijaga…

Artinya :

Merasakan budaya di dalam hati…

Rasanya bagus dan Indah…

Seperti gila istilahnya…

Apalagi dari mata…

Tambah bagus dan indah…

Budaya tidak bisa dibeli…

Melainkan harus dijaga…

4) Tema Pendidikan

Wusnya mangkana winari…

Lami-lami apeputra…

Jalu apekik putrane…

Apanta sampun diwasa…

Ingadekaken raja…

Pagedhongan tanahipun…

Langkung arja kang negara…

Artinya :

Akhirnya ada berita begini…

Lama lama akan berputra…

Meminta putra yang baik…

Setelah beliau dewasa…

Dijadikan raja…

Tanahnya di Pagedhongan…

Lebih makmur negaranya…

5) Tema Cinta

Ngrumati nggo tulus ati…

Tanpa rasa yen rekasa…

Nganggo tresna sejatine…

Nganti ngorbakake nyawa…

Mung kanggo bungah putra…

Boten gerah kang mitutur…

Kanggo ilmu bermanfaat…

Artinya :

Merawat dengan tulus hati…

Tanpa rasa terpaksa…

Membuat cinta yang sejati…

Sampai mengorbankan nyawa…

Hanya untuk anak bahagia…

Tidak lelah menasehati…

Menanam ilmu yang bermanfaat…

Makna Tembang Asmaradana

petani

pinterest.com

Tembang asmaradana mengandung banyak sekali filosofi dan pelajaran hidup bagi manusia. Tembang asmaradana mengajarkan kita untuk mencitai dan menyayangi sesama manusia, namun cinta terhadap manusia tidak boleh melebihi cinta kita terhadap yang Maha Kuasa. Sejatinya, manusia harus memilki budi yang luhur, menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.

Berlebih lebihan dalam suatu hal memang tidak baik termasuk mencintai orang lain seperti orang tua, saudara, sahabat maupun lawan jenis. Cukup mencintai dengan sewajarnya, karena cinta yang seharusnya hanya di peruntukan oleh yang Maha Kuasa.

Berikut Adalah Makna dan Amanat yang Terkandung dalam Tembang Asmaradana :

  • Perintah berbakti dan menghormati orang tua.
  • Ajakan menjaga kebudayaan daerah.
  • Mencintai dengan sewajarnya
  • Perintah untuk selalu mengingat Tuhan dan suka memohon ampun.
  • Rajin lah menuntut ilmu, baik ilmu dunia maupun akhirat.
  • Orang tua yang harus membimbing anaknya mengenai percintaan.
  • Perintah untuk sabar dan qonaah.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: