Rumah Adat Bali Paling Lengkap Dengan Filosofi dan Penjelasan

Published by iqbal alaudin on

Rumah Adat Bali- Indonesia memiliki berbagai suku dan budaya yang bermacam macam. Tentu saja kita wajib bangga karena menjadi salah satu penduduk negeri ini. Kekayaan budaya yang mencakup banyak hal dari segi kesenian, bahasa, hingga rumah adat.

Dari berbagai aspek kebudayaan, pembahasan kali ini tertuju pada rumah adat yang ada di Bali. Rumah tradisional Bali sangat banyak ditemui hingga kini. Rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, namun juga berfungsi sebagai tempat beribadah.

Bali merupakan sebuah pulau yang menyimpan banyak sekali destinasi wisata. Bali juga merupakan pulau yang mayoritas masyarakatnya beragama hindu dan budha. Namum tidak sedikit juga yang menganut kepercayaan lainya seperti islam dan kristen.

Masyarakat setempat masih percaya terhadap adat istiadat dari nenek moyang mereka. Sehingga masih sangat menjaga ciri khas budaya mereka.

Mau tahu gambar rumah adat bali?. Pembahasan kali ini mengandung pengetahuan yang belum pernah kamu dapat sebelumnya.

Selamat Membaca 🙂

Keunikan Rumah Adat Bali

rumah adat bali

pinterest.com

Rumah adat Bali adalah rumah yang memiliki berbagai kegunaan. Selain digunakan sebagai tempat tinggal, arsitektur rumah ini juga mengandung sisi keagamaan hindu yang kental. Bentuk dan penempatan bangunan yang tidak sembarang tempat dapat membangunya.

Bangunan rumah adat bali memiliki berbagai macam kegunaan, tergantung pada tempat berdirinya bangunan dan fungsinya. Bahan material rumah adat ini terdiri dari batu bata, kayu, jerami, bambu, dan batu.

Berikut Adalah Ciri Ciri Rumah Tradisional Bali :

  • Pembangunan rumah yang bertempat secara terpisah.
  • Terdapat banyak ukiran dan seni khas Jawa Bali.
  • Bentuk rumah adat persegi atau persegi panjang.
  • Terdapat 3 aspek Asta Kosala Kosali (Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan).
  • Memiliki pintu masuk yang bernama Gapura Bentar.

Asta kosala kosali merupakan keunikan rumah adat Bali dalam ilmu tata cara pembangunan dan penempatan rumah adat menurut kebudayaan Bali kuno.

Parahyangan adalah suatu wilayah tinggi yang digunakan sebagai tempat tinggal para hyang atau para dewa. Pawongan adalah suatu hal yang bersangkut paut antara kita dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Palemahan adalah suatu wilayah pemukiman atau tempat tinggal di desa.

Nama Rumah Adat Bali Beserta Fungsinya

Dari sekian banyak rumah adat Bali terdapat fungsi dan kegunaan dari setiap bangunan rumah. Rumah rumah ini juga memiliki bentuk yang berbeda dari bangunan lain.

Arsitektur rumah tradisional Bali sangat berbeda dengan rumah adat Jawa Timur maupun rumah adat lainya. Rumah ini masih sangat kental dengan sisi keagamaan hindu kuno. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya motif bangunan, ukiran, dan patung yang ada di sekitar bangunan.

Baca Juga :

Berikut Adalah Nama Nama Rumah Adat Bali :

1. Rumah Adat Bali Aling Aling

rumah adat aling aling

dekoruma.com

Rumah adat Bali yang pertama dalah aling aling. Rumah tradisional Bali ini memiliki makna yaitu positif dan keharmonisan sebuah rumah tangga.

Dapat dilihat dari gambar diatas, sisi kehinduan dari rumah adat ini sangat terlihat dengan jelas. Terdapat banyak ukiran ukiran dan bentuk yang sangat kuno. Bangunan ini umumnya terbuat dari batu dan batubata.

Rumah tradisional Bali ini menjadi destinasi wisata para turis mancanegara. Fungsi dan kegunaan rumah adat Bali ini sebagai pembatas atau pagar antara pekarangan luar dengan angkul angkul.

Selain itu rumah tradisional Bali ini memiliki fungsi sebagai pemisah antara tamu baru dengan penghuni rumah. Di dalam rumah ini terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk memajatkan doa.

2. Bangunan Angkul Angkul

bangunan adat bali angkul angkul

dekoruma.com

Selanjutnnya ada rumah angkul angkul. Rumah adat Bali disebut angkul angkul karena bentuk yang sama dengan pura. Bangunan ini bertempatkan didepan rumah utama yang digunakan sebagai gapura utama atau pintu masuk.

Ciri khas rumah adat Bali yaitu terdapat banyak sekali ukiran kuno pada dinding dan atap rumah serta bentuk yang menyerupai pura.

Bentuk dari angkul angkul menyerupai gapura yang memiliki atap sehingga dapat menggabungkan gapura kanan dan kiri. Terdapat pintu masuk yang terbuat dari kayu, berukuran tidak terlalu besar.

Bangunan ini terbuat dari batu, semen, dan batu bata. Pada setiap gapura terdapat lubang sebesar bola sepak. Lubang ini berfungsi sebagai tempat menaruh sajen dan wewangian.

3. Rumah Tradisional Bali Bale Dauh

rumah adat bale dauh

dekoruma.com

Dalam suatu lingkup rumah Bali pasti terdapat bangunan rumah adat Bali bernama bale deuh. Rumah tradisional Bali ini umumnya digunakan sebagai tempat berkumpul atau acara pertemuan.

Bentuk rumah adat ini tidak terlalu besar, dan biasanya terletak di bagian depan. Rumah ini terbuat dari kayu serta batu bata, beratapkan genting dan tidak memiliki dinding pembatas pada sisi depannya.

Bangunan rumah ini sengaja dibuat lebih rendah dan lebih kecil dari bale manten dan bale gede. Hal ini karena tempat yang tidak digunakan sebagai tempat menaruh sesaji dan hanya digunakan sebagai tempat menerima tamu.

Selain itu keunikan rumah tradisional Bali ini adalah digunakan untuk tempat tidur bagi kaum laki laki.

4. Rumah Adat Bali Bale Manten

rumah adat bale manten

pinterest.com

Bale manten adalah rumah utama pada rumah tradisional Bali. Rumah utama yang digunakan sebagai tempat tinggal penghuni beserta pasangan dan anak anaknya.

Bangunan diatas memiliki bentuk yang lebih besar kedua dari pada rumah rumah lainya. Di dalamnya terdapat kamar tidur, ruang makan, dan ruang bersantai.

Rumah ini terbuat dari kayu, batu bata, dan beratapkan genting dari tanah. Terdapat pilar pilar sebagai peyangga yang memiliki arti masing masing. Biasanya terdapat patung yang terletak didepan rumah, digunakan sebagai tempat menaruh sesaji, penjaga atau hiasan semata.

Bangunan ini didirikan terletak di bagian utara sebagai rumah utama. Memiliki bentuk persegi atau persegi panjang dan tak lupa dengan ukiran khas bali kuno.

Ukiran ukiran tersebut tidak dapat dihilangkan dari setiap rumah yang ada di Bali. Mayoritas rumah adat Bali pasti terdapat banyak sekali ukiran ukiran yang menjadi ciri khas Bali.

Baca Juga : 10 Sungai Terpanjang di Dunia

5. Rumah Adat Bali Bale Gede

Rumah adat bale gede

pinterest.com

Rumah adat selanjutnya ada rumah bale gede. Rumah bale gede merupakan rumah paling besar yang ada diantara bangunan rumah lainya. Karena itulah rumah ini biasa digunakan sebagai tempat untuk melakukan acara adat antara lain :

  • Untuk membakar sesaji.
  • Tempat untuk berdoa pada leluhur.
  • Untuk pertemuan para pemuka masyarakat.
  • Tempat untuk melakukan upacara adat.
  • Untuk menyajikan makanan khas Bali.

Dalam upacara adat Bali, masyarakat sekitar diwajibkan untuk mengenakan baju adat Bali. Baju adat Bali ini bernama baju safari, kebaya bali, dan payas agung.

Ciri khas pakaian adat Bali wanita mengenakan sanggul, kebaya Bali, kamen, bulang pasang dan selendang. Sedangkan ciri khas pakaian adat Bali pria menggunakan baju putih berkerah rapi, udeng (penutup kepala), saput, kamen, keris untuk hiasan dan selendang.

Keunikan rumah adat Bali ini terdapat pada tiang atau pilar penyangganya. Pilar pilar ini hanya boleh berjumlah 12 tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Adat istiadat ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun dari nenek moyang mereka.

6. Rumah Tradisional Bale Sekapat

rumah bale sekapat

dekoruma.com

Rumah ini adalah bangunan yang termasuk mewah dari pada bangunan lainnya. Rumah yang berciri khas yaitu memiliki 4 tiang penyangga, baik luar maupun dalam terdapat banyak sekali ukiran khas Bali.

Rumah ini umumnya digunakan oleh keluarga sebagai tempat bersantai dan bersenda gurau. Ukuran rumah ini tidak terlalu besar namum cukup untuk menampung seluruh keluarga. Besar kecilnya bangunan ini tergantung pada banyak jumlah penghuni rumah.

Rumah ini sengaja dibangun menyerupai gazebo namun terdapat dinding pada setiap sisinya.

Baca Juga :

7. Pura Keluarga

bangunan adat pura keluarga

99.co

Bangunan adat selanjutnya adalah rumah tradisional Bali yang biasa disebut pura keluarga. Bangunan ini terbuat dari batu dan sangat disakralkan oleh masyarakat sekitar.

Rumah adat ini berfungsi sebagai tempat berdoa dan beribadah. Penempatan rumah ini harus terletak di timur laut rumah utama.

Setiap rumah yang ada di Bali mewajibkan memiliki bangunan ini, baik besar maupun kecil. Bangunan ini biasanya disebut dengan Sanggah atau Pamerajan.

8. Rumah Adat Bali Klumpu Jineng

rumah adat bali klumpu jineng

dekoruma.com

Rumah tradisional Bali klumpu jineng yang menjadi rumah khas bali karena desain yang cukup menarik. Bentuk rumah ini seperti rumah panggung namun tingginya tidak lebih dari 1 meter.

Rumah ini sangat cocok untuk tempat bersantai dan berkumpul bersama keluarga dan tetangga untuk sekedar berbincang atau mengobrol. Namun sejatinya rumah ini memiliki fungsi untuk menyimpan hasil pangan.

Rumah ini digunakan masyarakat Bali sebagai lumbung pangan dari hasil panen mereka. Rumah ini 90% terbuat dari kayu yang kokoh dan atap berasal menggunakan jerami.

Dewasa ini bangunan yang tergolong unik tersebut hanya dapat ditemukan di beberapa daerah saja. Mengingat modernisasi yang sangat pesat dari tahun ke tahun.

9. Rumah Adat Pawaregen

rumah adat bali pawaregen

saintif.com

Pawaregen merupakan rumah adat Bali yang digunakan sebagai dapur. Rumah ini memiliki bentuk paling sederhana dari rumah lainnya.

Rumah yang terbuat dari kayu dan batu bata. Terdapat aturan dalam pembangunan rumah ini yaitu rumah harus berada di sebelah selatan atau barat laut dan menghadap ke rumah utama.

Rumah ini sering digunakan untuk memasak, baik itu memasak sehari hari maupun untuk acara besar. Dapat juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan peralatan dapur.

10. Rumah Lumbung

rumah adat lumbung

saintif.com

Rumah adat bali yang terakhir adalah rumah lumbung. Rumah tradisional bali ini digunakan sebagai tempat menyimpan bahan pangan dan hasil panen. Bahan pangan yang umumnya disimpan pada rumah lumbung ini adalah padi, jagung, ketela dan hasil panen lainya

Rumah ini tergolong unik karena berbentuk seperti panggung. Dibangun seperti panggung karena menghindari hewan pencuri makanan.

Rumah ini terbuat dari kayu sebagai peyangga, anyaman bambu sebagai dinding, dan jerami yang disusun rapi sebagai atapnya.

Letak rumah ini biasanya terdapat di bagian belakang dekat dengan rumah pawaregen. Perbedaan jineng dengan lumbung terdapat pada bahan pokoknya.

Bahan pokok yang ada di rumah jineng adalah bahan pokok siap masak, sedangakan rumah lumbung adalah bahan pokok mentahan seperti gabah, jagung, ketela, ubi ubian dan lain lain.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: