Rumah Adat Jawa Tengah yang Belum Diketahui Banyak Orang

Rumah Adat Jawa Tengah- Kebudayaan adalah contoh dari sekian banyak keragaman yang ada di Indonesia. Kebudayaan tersebut meliputi kesenian, logat bahasa, maupun rumah adat. Keberagaman budaya ini menjadikan bangsa Indonesia terkenal hingga mancanegara. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya turis mancanegara yang ingin melihat dan mempelajari budaya kita.

Kekayaan Indonesia yang tidak akan habis terbentang luas dari sabang hingga merauke. Kekayaan ini meliputi banyak hal sehingga bangsa kita disebut negara seribu pulau. Hasil mineral alampun juga sangat melimpah, hal ini dibuktikan dengan tambang emas yang ada di Papua. Tambang emas yang telah digali sejak tahun 1895 dan sampai sekarang belum juga habis.

Kesempatan kali ini Prasstyle.com tidak akan membahas kekayaan hasil bumi Indonesia, Melainkan membahas sedikit ilmu pengetahuan mengenai rumah adat jawa.

Tentu banyak yang belum mengetahui secara detail tentang rumah adat Jawa secara rinci. Maka dari itu anda harus menyimak pembahasan ini.

Sisihkan waktu anda untuk menyimak ilmu yang berharga ini. Karena sejatinya ilmu bersifat mahal.

Simak Penjelasan Lebih Lengkapnya Dibawah Ini 🙂

5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah

rumah adat jawa
pinteres.com

Dalam sejarah Jawa, rumah joglo bukan hanya rumah adat dari daerah Jawa Timur, melainkan meliputi hingga Jawa Tengah. Dari segi bentuk rumah adat memang sama antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Perbedaan akan terlihat dari penghuni rumahnya yang memakai baju adat dari masing masing daerah.

Batik dan kebaya adalah nama baju adat Jawa Tengah. Baju adat Jawa Tengah ini populer karena terdapat banyak jenis dan motif yang didalamnya tersimpan makna tersisat.

Bicara tentang Jawa Tengah yang paling sering didengar adalah kata “candi”. Candi candi tersebut merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita. Dalam kepercayaan Jawa (kejawen), candi berasal dari agama hindu yang di sisipi unsur agama budha.

Begitu juga dengan rumah adat Jawa yang didalamnya mengandung tiga paham dan keyakinan. Keyakinan ini meliputi islam, hindu, dan budha atau biasa dikenal dengan nama .Sinkritisme.

Baca Juga :

1. Rumah Adat Jawa Tengah Joglo

rumah adat jawa tengah sinom
saintif.com

Rumah adat jawa tengah joglo adalah rumah tradisional suku jawa. Rumah adat ini berbentuk limas menyerupai gunung. Joglo berbahan dasar kayu jati dengan motif ukiran khas suku Jawa. Pemilihan kayu jati karena diyakini sangat kuat dan kokoh untuk bahan bangunan.

Rumah adat jawa tengah disebut juga rumah adat jawa timur. Mengapa? karena adanya kesamaan bentuk atap yang berbentuk limas. Dari bangunan rumah joglo ini terdapat sisi Sinkritisme yang sangat kental. Dapat terlihat dari bentuk bangunan, ornamen, dan arsitektur ruangan.

Keunikan rumah adat Jawa Tengah terletak pada ukiran dan pahatan khas suku jawa. Ukiran ini biasa dijumpai pada bentuk genting, pintu utama, dan rungan dalam rumah.

Rumah adat Jawa Tengah dinamakan joglo karena rumah yang bahan baku utamanya berasal dari kayu. Tentunya bahan dari kayu lebih mahal dan lebih berkualitas, apalagi kayu jati.

Rumah Tradisional Ini Terbagi Menjadi Beberapa Bagian Ruangan Yaitu :

  • Pendopo : Berfungsi sebagai tempat menjamu tamu.
  • Emperan (Teras) : Untuk tempat bersaitai.
  • Padepokan : Untuk Tempat Beribadah
  • Senthong Tengen (Kamar Bagian Kanan) : Berfungsi untuk gudang dan dapur.
  • Senthong Kiwo (Kamar Bagian Kiri) : Berfungsi untuk kamar tidur.
  • Senthong Tengah (Bagian Tengah) : Berfungsi untuk tempat menyimpan benda pusaka.

Zaman dahulu rumah adat Jawa Tengah Joglo ini dihuni oleh para bangsawan yang bergelimang harta. Rumah adat ini menjadi bukti kebudayaan jawa yang masih ada hingga sekarang.

Rumah tradisional ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu rumah Joglo Sinom, Joglo Jompongan, Joglo Situbondo, dan Joglo Pangrawit.

2) Rumah Adat Panggang Pe

rumah adat jawa tengah panggang pe
notepam.com

Rumah adat Jawa Tengah bernama panggang pe karena pada zaman dahulu sering digunakan untuk kepentingan bersama. Rumah adat Jawa ini berbentuk layaknya pendopo yang tidak memiliki dinding pada setiap sisinya. Rumah ini terbuat dari 85% kayu dan atap yang sengaja di buat terpisah.

Rumah adat Jawa ini dahulu digunakan sebagai tempat berjualan . Selain itu rumah ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan para tokoh dan pejabat serta digunakan untuk acara kesenian lain seperti tarian adat jawa, karawitan, maupun wayang kulit.

Keunikan rumah adat Jawa ini adalah terdapat 4 sampai 6 saka (tiang) yang setiap tiangnya terdapat makna tersendiri. Tiang tersebut berfungsi sebagai peyangga rumah yang terbuat dari kayu jati. Rumah tradisional ini hanya memiliki 2 ruangan saja yaitu ruang utama dan ruang belakang.

Rumah Adat Panggang Pe Ini Terbagi Menjadi Beberapa Jenis Yaitu :

  • Trajumas
  • Gedhang Setangkep
  • Empyang Setangkep
  • Cere Gancet
  • Gedhang Salirang
  • Lambang Sari

Tipe rumah yang berbeda beda karena pembangunan di wilayah yang berbeda. Zaman sekarang rumah adat ini digunakan sebagai pendopo dan tempat wisata yang berada di wilayah jawa tengah.

Baca Juga : 

3) Rumah Adat Jawa Tengah Tajug

rumah adat jawa tengah tajug
notepam.com

Rumah adat Jawa Tengah dinamakan Tajug karena fungsi rumah yang berbeda pada umumnya. Jika rumah pada umumnya berfungsi sebagai tempat tinggal namun rumah tajug ini berfungsi sebagai tempat ibadah pada zaman dahulu. Demikian karena rumah adat ini berbentuk menyerupai masjid agung yang ada di demak.

Ciri khas rumah adat Jawa Tengah tajug adalah atap yang berbentuk bujur sangkar dan di bangun secara berlapis. Ciri khas lainnya adalah ujung atap yang sengaja dibuat lancip atau biasanya di pasang kubah sebagai penanda untuk tempat ibadah.

Sampai sekarangpun rumah tradisional ini masih dipakai untuk tempat ibadah umat islam. Salah satu contoh rumah adat tajug di Indonesia adalah masjid agung Demak Jawa Tengah. Dapat juga kita temui di daerah Ponorogo salah satunya masjid batoro katong.

Rumah ini terbagi menjadi beberapa jenis. Kegunaan rumah adat ini tetap sama, hanya tipenya saja yang berbeda karena pembangunan rumah adat di wilayah yang berbeda beda.

Berikut Adalah Jenis Rumah Adat Tajug :

  • Semar Tinandu
  • Semar Sinongsong
  • Mangkurat
  • Lambang Sari

Dahulu oleh masyarakat sekitar tempat ini sangat di sakralkan dan jarang sekali orang biasa membangun rumah adat ini karena tidak diperbolehkan dengan alasan tertentu.

4) Rumah Adat Limasan

rumah adat limasan
saintif.com

Nama rumah adat Jawa Tengah selanjutnya adalah Limasan. Limasan merupakan rumah paling modern pada zaman itu. Rumah adat Jawa ini berbentuk limas seperti kapal terbalik. Dulunya rumah adat ini berbahan dasar kayu lengkap dengan ukiran khasnya, namun sekarang telah banyak renovasi sehingga berbahan dasar semen dan batu bata.

Keunikan rumah adat Jawa Tengah ini adalah bangunan tradisional yang mengandung sisi Sinkritisme dari islam, hindu, dan budha. Pencampuran tiga keyakinan ini dapat dilihat dengan bentuk model atap, aksesoris, dan motif ukiran rumah yang berkaitan dengan baju adat Jawa Tengah bernama kebaya dan batik.

Rumah adat ini memiliki banyak pilar peyangga. Setiap beberpa pilarnya memiliki tinggi dan kemiringan yang berbeda, khususnya pada bagian sisi atap depan dan belakang.

Rumah Adat Ini Memiliki Bermacam Macam Tipe Limasan Yaitu :

  • Semar Pindohong
  • Gajah Mungkur
  • Klabang Nyander
  • Limasan Lawakan

Jenis dan tipe rumah ini mirip dengan model rumah adat Sumatra Utara.

5) Rumah Adat Jawa (Kampung)

rumah kampung
notepam.com

Rumah kampung adalah rumah yang bentuknya hampir sama dengan panggang pe. Sejatinya rumah ini berbentuk rumah biasa pada umumnya. Umumnya rumah adat jawa ini dihuni oleh masyarakat sekitar yang berekonomi menengah kebawah.

Rumah Adat ini tidak begitu bagus jika dilihat sekilas. Bahan baku yang paling sering digunakan untuk membuat rumah kampung adalah kayu. Ciri khas rumah adat jawa ini adalah terdapat 4 pilar atau kelipatan 4 sebagai peyangga, rumah yang berbentuk persegi panjang, memiliki teras yang lumyan luas, dan ruangan dalam yang sedikit.

Flora dan Fauna di Indonesia yang Wajib Dilestarikan

Rumah Adat Jawa Ini Memiliki 4 Bagian Yaitu :

  • Ruang Depan : Berfungsi untuk menjamu tamu dan untuk pertemuan.
  • Ruang Tengah : Berfungsi sebagai tempat istirahat (Ruang keluarga).
  • Ruang Kanan : Berfungsi untuk tempat tidur.
  • Ruang Kiri : Berfungsi sebagai tempat memasak (dapur).

Rumah ini hampir 90% berbahan dasar kayu. Hanya pondasi saja yang terbuat dari semen dan bebatuan. Sekat antar ruangan satu dengan lainya juga terbuat dari kayu. Maka dari itu rumah ini umumnya dihuni oleh masyarakat menengah kebawah seperti petani dan pekerja serabutan.

Rumah ini juga memiliki jenis yang bermacam macam seperti Kampung Pokok, Dara Gepak, Apitan, dan Pacul Gowang. Perbedaan tipe rumah ini tergantung pada daerah atau kawasan pembangunan.

***

Terimaksih buat kamu yang sudah baca. Semoga Tuhan YME menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kamu.

Sekian Dan Terima Kasih:) 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: