Rumah Adat Jawa Timur yang Perlu Kamu Ketahui

Published by iqbal alaudin on

Rumah Adat Jawa Timur- Indonesi merupakan negara yang luas dan kaya, Wilayah nya terbentang sejauh 1,905 juta km² dari sabang sampai merauke. Tak hanya itu, Indonesia kaya akan segala bidang salah satunya adalah bidang kebudayaan. Kebudayaan disini meliputi banyak hal dari segi bahasa, tarian, baju hingga rumah adat. Yang paling identik dari semua bidang adalah bahasa dan rumah adat. 

Sebagai masyarakat Jawa tahukah anda apa saja rumah adat Jawa Timur?. Rumah rumah adat sekarang telah sirna oleh perkembangan jaman dan modernisasi. Mereka menganggap rumah adat adalah kuno dan kurang menarik. Namun sejatinya bentuk dan desain rumah tradisional memiliki makna dan kesan tersendiri. Dapat terlihat dari filosofi dan ukiran ukiran rumah yang sangat erat hubungannya dengan motif baju adat jawa timur.

Di wilayah indonesia rumah adat Jawa Timur kini hanya tersisa sangat sedikit, seperti rumah kakek dan nenek kita. Bahkan sudah terjadi renovasi renovasi agar terlihat lebih elegan.

Agar pengetahuan anda bertambah sisihkan waktu sejenak untuk menyimak pembahasan dibawah ini. Semakin anda tahu banyak hal semakin anda banyak ilmu.

Berikut Adalah 6 Rumah Adat Jawa Timur.

1. Rumah Adat Jawa Timur (Joglo)

rumah adat jawa timur

pinterest.com

Rumah adat Jawa Timur yang pertama bernama joglo. Rumah adat joglo adalah rumah tradisional berbahan dasar kayu. Mengapa rumah adat ini disebut joglo, karena bentuk menyerupai limas yang mirip dengan gunung dan berbahan dasar yang berasal dari kayu jati.

Zaman dahulu rumah ini termasuk rumah paling modern. Kebanyakan rumah ini dihuni oleh bangsawan yang bergelimang harta saat itu. Rumah adat ini sangat kental dengan adat istiadatnya. Keunikan dari rumah adat Jawa Timur ini adalah penggabungkan paham tiga keyakinan agama yaitu, agama islam, agama hindu, dan agama budha dari segi arsitektur, motif, serta bidang ruangannya.

Rumah adat joglo terbagi menjadi banyak macam. Salah satunya dalah rumah joglo situbondo dan rumah joglo sinom. Rumah adat ini berbeda karena pembangunan pada wilayah yang berbeda. Dalam Keyakinan kejawen, Rumah joglo menggambarkan keharmonisan dan kenyamanan dalam rumah tangga.

Berikut Adalah Penjelasannya

a) Rumah Adat Jawa Timur Joglo Situbondo

rumah adat jawa timur situbondo

saintif.com

Bentuk rumah adat joglo situbondo sama dengan lainya yaitu berbentuk limas yang berbahan dasar kayu jati. Keunikan rumah adat ini terlihat dari sisi sinkretisme kejawen pada bagian peyangga, ornamen, dan letak bebatuan. Sinkritisme sendiri adalah penggabungan dari berbagai paham dan kepercayaan yang mengasilkan suatu bentuk arsitektur elegan. Penggabungan ini mengahasilkan rumah adat joglo situbondo.

Ciri khas rumah adat Jawa timur adalah rumah yang terbuat dari bahan baku kayu. Rumah rumah ini masih banyak ditemukan di daerah pelosok Jawa Timur yang masih kental sisi kejawennya.

Berikut Adalah Bagian Bagian Rumah Joglo Situbondo:

  • Pendopo
  • Senthong Tengen (Kamar Bagian Kanan)
  • Senthong Kiwo (Kamar Bagian Kiri)
  • Senthong Tengah (Bagian Tengah)

Bagian Pertama yaitu pendopo yang digunakan untuk mejamu tamu dan tempat perkumpulan sesepuh.  Senthong tengen (kamar kanan) digunakan untuk dapur dan gundang barang. Kemudian senthong kiwo (kamar kiri) sebagai tempat istirahat. Dan senthong tengah sebagai tempat menyimpan benda pusaka.

b) Rumah Adat Jawa Timur Joglo Sinom

rumah adat Joglo sinom

gardencenter.co.id

Rumah Adat Jawa Timur yang kedua bernama Joglo sinom. sama halnya dengan joglo yang lainnya, Joglo sinom 90% berbahan baku kayu jati. Pemilihan kayu ini dipercaya sangat kuat dan tidak mudah rapuh.

Joglo sinom juga memiliki bagian yang sama dengan joglo situbondo. Keunikan rumah adat jawa timur ini terdapat pada 36 pilar peyangga dan 4 saka guru. Pilar dan saka ini dibuat berdasarkan dari keyakinan masyarakat jawa (kejawen) yang bermakna keharmonisan dan guyub rukun dalam rumah tangga.

Rumah adat Jawa Timur dengan Jawa Tengah hampir sama, yang membedakan adalah wilayah dan penghuni yang memakai baju adat berbeda. Akan tetapi, bangunan rumah adat Jawa Tengah lebih dominan bentuknya dengan rumah joglo situbondo yang berbentuk seperti pendopo dan terdapat banyak ukiran ukiran khas jawa yang sangat erat hubungannya dengan motif batik baju adat jawa timur.

Baca Juga :

2. Rumah Adat Suku Tengger

rumah adat suku tengger

prasstyle.com

Rumah adat selanjutnya adalah rumah adat suku tengger. Rumah adat ini banyak ditemukan di lereng gunung bromo dan semeru atau wilayah lumajang Jawa Timur. Keunikan rumah adat ini adalah terdapat pada pembangunan pondasi di tempat yang terjal dan atap unik yang dalam nya terdapat bubungan tinggi dengan 1-2 jendela.

Rumah adat ini tidak berbentuk seperti joglo, namum seperti rumah biasa. Rumah khas suku tengger ini berbahan dasar kayu yang berbentuk papan dan balok. Rumah ini hanya terdapat satu pintu yang berada di depan dan 3-4 jendela yang memudahkan jalan masuk keluarnya udara.

Rumah adat suku tengger ini dibangun diatas tanah yang terjal dominanya bebatuan. Berbeda dengan rumah jawa lainya yang menghadap kejalan utama, Pada rumah suku tengger ini tersusun berdimpitan dengan rumah lainya dan acak acak an. Rumah satu dengan rumah lainnya terpisah oleh jalan setapak yang tidak terlalu besar. Berdimpitan rumah ini berfungsi sebagai penghalang udara dingin mengingat kediaman suku tengger yang bersuhu dingin ketika malam hari karena daerah dekat dengan pegunungan.

3. Rumah Adat Jawa Timur Using

rumah adat jawa timur osing banyuwangi

prasstyle.com

Rumah adat Using adalah rumah khas suku osing Banyuwangi. Di Jawa Timur terdapat satu daerah yang memiliki keunikan yaitu satu desa yang bangunan rumahnya masih dengan kearifan lokal seperti hunian tradisional tempo dulu. Tempat itu berada di Glagah, Banyuwangi tepatnya di desa Kemiren.

Ciri khas rumah adat Jawa timur yang satu ini hanya ada di wilayah Banyuwangi (suku osing) atau ditempat lain dengan penghuni orang suku osing asli. Deskripsi rumah ini sama halnya dengan rumah biasa dengan bentuk rumah dan atap yang terbuat dari genteng. Bentuk rumah suku osing ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

  • Rumah Tikel Balung dengan empat rab (bidang atap).
  • Rumah Baresan dengan tiga rab.
  • Rumah Crocogan dengan dua rab.

Rab merupakan istilah suku osing untuk penamaan sisi atau bidang atap. Rab inilah yang menjadi keunikan rumah adat Jawa Timur ini. Keunikan lainya adalah bangunan rumah yang dapat di bongkar pasang karena tidak memakai paku saat pembangunannya melaikan menggunakan pajuh (sasak pipih).

Pada bagian rumah ini terbagi menjadi 4 ruang. Yang pertama adalah hek atau baleh (sekat) yang berfungsi sebagai pembatas atau tempat istirahat. Amper (teras) yang berfungsi untuk menjamu tamu. Jerumah (kamar) yang digunakan untuk tidur. Dan pawon (dapur) yang berguna untuk kegiatan memasak.

4. Rumah Adat Jawa Timur Lambang Sari

rumah adat jawa timur limbangsari

saintif.com

Nama rumah adat Jawa Timur selanjutnya adalah lambang sari. Rumah adat lambang sari merupakan tempat pertemuan para tokoh masyarakat atau pejabat pada zaman itu. Keunikan dari rumah ini adalah kontruksi bangunan yang memiliki 16 pilar penyangga dan 4 sisi atap yang dibangun secara terpisah. Pada bagian alasnya terbuat dari bebatuan yang terdapat purus di tengah tiang bawah yang berfungsi untuk mengunci pilar bangunan.

Zaman dahulu tempat ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat karena hanya tokoh penting dan pejabat yang boleh masuk. Pertemuan adat ini di hadiri oleh banyak petinggi dan tokoh masyarakat. Biasanya para petinggi akan menghadiri acara dengan menggunakan baju adat Jawa Timur yang bernama kebaya dan pesa’an.

Selain digunakan untuk pertemuan tokoh masyarakat, rumah ini juga digunakan sebagai tempat acara pementasan seni budaya. Kesenian ini meliputi tarian adat jawa timur yang salah satunya bernama tari remo dan tari topeng malangan. Dapat juga digunakan sebagai pertunjukan wayang atau acara kesenian lainya.

Pada bagian pondasi rumah ini tebuat dari semen. Rumah ini terlihat luas karena tidak memiliki pembatas pada sisi ruangannya. Rumah ini terlihat seperti pendopo yang umumnya terbuat dari kayu jati atau nangka. Bagian rumah ini hanya terdapat 2 bagian saja yaitu ruang tengah yang digunakan untuk pertemuan dan ruang belakang sebagai tempat menyiapkan hidangan.

Baca Juga : 10 Sungai Terpanjang di Dunia yang Belum Kamu Ketahui

5. Rumah Adat Jawa Limasan Trajumas Lawakan

rumah tradisional trajumas lawakan

saintif.com

Rumah adat trajumas lawakan adalah rumah tradisional paling modern pada saat itu. Bahan dasar bangunan rumah ini berasal dari semen, batu bata, dan kayu jati. Rumah ini berbentuk limasan yang mirip dengan kapal terbalik. Rumah tradisional ini menggabungkan tiga keyakinan yakni islam, hindu, dan budha. Hal ini dapat terlihat dari bentuk, corak, dan aksesoris rumah adat trajumas lawakan.

Rumah ini terdapat 20 pilar peyangga, yang setiap beberapa pilarnya memiliki tinggi dan kemiringan atap yang berbeda dari rumah pada umumnya. Pada bagian dalam rumah terdapat tiang yang membentuk rong-rongan.

Rumah Adat Ini Memiliki 4 Bagian Yaitu :

  • Ruang Depan : Berfungsi untuk menjamu tamu dan untuk pertemuan.
  • Ruang Tengah : Berfungsi sebagai tempat istirahat (Ruang keluarga).
  • Ruang Kanan : Berfungsi untuk tempat tidur.
  • Ruang Kiri : Berfungsi sebagai tempat memasak (dapur).

Dahulu rumah tradisional ini terbuat dari kayu. Kayu yang dipakai untuk rumah trajumas lawakan adalah kayu jati, kayu nangka maupun kayu glugu. Kayu kayu ini dipercaya sangat kuat dan tahan lama untuk membangun rumah. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah trajumas lawakan diubah bahan bakunya menjadi semen dan batu bata agar terlihat lebih elegan.

6. Rumah Adat Dhurung

rumah tradisional dhurung

gardencenter.co.id

Rumah adat Jawa Timur yang terakhir bernama rumah dhurung. Rumah adat ini terlihat seperti gubuk atau saung. Pilar rumah ini terbuat dari kayu serta atap menjulang tinggi yang terbuat dari daun pohon dheum yang sudah dikeringkan. Memiliki 4 pilar yang berfungsi sebagai peyangga dan tidak memiliki dinding pada setiap sisinya.

Biasanya rumah digunakan sebagai tempat tinggal, namun pada rumah dhurung ini berbeda. Rumah dhurung biasa digunakan sebagai tempet bercengkrama, sosialisasi, maupun tempat istirahat sementara masyarakat sekitar. Hal ini juga yang menjadi keunikan dari rumah adat ini.

Umumnya rumah ini dibangun didepan atau disamping rumah utama yang bertujuan untuk tempat istirahat maupun berkumpul dengan warga sekitar. Bahkan pada daerah tertentu rumah ini dijadikan sebagai tempat mencari jodoh.

Sayangnya di era teknologi ini sangat jarang sekali ditemukan rumah tradisional dhurung ini diwilayah Jawa Timur. Tempat berbincang sekarang berpindah pada warung warung tenda.

***

Demikian pembahsan mengenai Rumah Adat Jawa Timur. Semoga wawasan dan ilmu pengetahuan anda bertambah setelah menyimak pembahasan diatas

Sekian dan Terima Kasih 🙂 🙂


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: