Rumah Adat Sulawesi Utara Lengkap Dengan Penjelasanya

Published by iqbal alaudin on

Provinsi Sulawesi Utara adalah provinsi yang di huni oleh suku Minahasa dan suku Mongodow. Masyarakat Minahasa dan Mongodow sendiri memiliki rumah adat seperti suku-suku lain di sulawesi yang berupa rumah panggung. Nah tentunya rumah adat Sulawesi Utara ini masih di lestarikan oleh Suku Minahasa dan suku Mongodow.

Seperti kebanyakan rumah adat di Sulawesi, Rumah adat Suku Minahasa memiliki keunikannya tersendiri. Unsur budaya yang tertanam dalam arsitektur rumah adat ini memiki nilai filosofis yang kental. Di Provinsi Sulawesi Utara terdapat dua jenis Rumah adat yang berbeda dan memiliki ciri serta karakteristik masing masing.

Nah buat kamu yang bertanya tanya mengenai, Apa keunikan rumah adat yang ada di Sulawesi Utara?, Apa bahan pembuatnya Rumah adat Sulawesi Utara?, Apa Perbedaan rumah adat Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Utara?, Apa fungsi rumah adat Sulawesi Utara?, Apa ciri khas rumah adat Sulawesi Utara?, Bagaimana bentuk rumah adat walewangko?

Mari kita bahas satu persatu ya. 

Rumah Adat Sulawesi Utara

Rumah adat ini menjadi salah satu aset budaya indonesia yang masih dilestarikan hingga kini. Aset yang menjadikan negara indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, mulai dari seni, karya, hingga rumah adat ini.

Rumah adat Sulawesi Utara adalah rumah tradisional masyarakat sulawesi. Rumah ini tergolong tradisional karena bahan baku dan desain yang kuno namun terlihat elegan.

Terdapat dua rumah adat Sulawesi Utara dan penjelasanya secara mendalam. Rumah tersebut memiliki bentuk dan motif yang berbeda dari segi arsitektur, ciri ciri, serta penghuni kedua rumah adat ini berbeda.

Berikut Adalah Nama Rumah Adat Sulawesi Utara :

  • Rumah Adat Walewangko
  • Rumah Adat Bolaang Mongodow

Dari kedua rumah ini memiliki suku yang berbeda dari masing masing penghuninya. Suku tersebut adalah Suku mongodow dan suku minahasa.

Baca Juga :

1. Rumah Adat Sulawesi Utara Walewangko

rumah adat sulawesi utara walewangko

celebes.co

Rumah adat Walewangko yang juga biasa disebut rumah pewaris adalah rumah khas sulawesi utara. Rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal suku setempat dan juga sebagai identitas dari suatu suku.

Walewangko berasal dari kata wale wale yang bermakna keharmonisan keluarga. Harapan mereka dengan tinggal di rumah adat ini bisa nyaman, aman, dan tentram.

Tak hanya itu, rumah adat ini juga biasa digunakan dalam upacar adat resmi. Dalam upacara tersebut masyarakat yang hadir kebanyakan memakai baju adat Sulawesi Utara. Pakaian adat Sulawesi Utara bernama Bajang berwarna merah yang dikenakan oleh laki laki dan perempuan.

Karakteristik Rumah Adat

Berbeda dengan rumah adat Papua, dan rumah adat Bali rumah adat Sulawesi Utara disebut rumah panggung karena bentuk rumah yang berdiri 3 meter diatas tanah. Kebanyakan rumah adat Sulawesi pasti bergaya rumah panggung, Hal ini menandakan bahwa masih terdapat adat istiadat yang harus dijaga hingga kini.

Rumah ini terbuat dari kayu kokoh dengan peyangga yang berbentuk balok. Peyangga tersebut diperkiran berjumlah 10 lebih dari depan rumah hingga belakang.

Di sisi depan rumah terdapat pintu dan jendela pada sisi samping yang berfungsi untuk sirkulasi udara. Untuk bagian atapnya dahulu terbuat dari daun rumbia yang dikeringkan namun seiring berjalanya waktu atap rumah ini banyak yang menggunakan genteng.

Bagian dalam rumah ini cukup luas sehingga dapat menampung 7 sampai 9 orang. Tentunya juga ada pembagian ruangan sehingga dapat menampung orang sebanyak itu.

Keunikan rumah adat Sulawesi Utara ini terdapat pada dua tangga yang saling berhadapan. Kedua tangga ini sengaja dibangun untuk jalan keluar masuk rumah, Uniknya mereka percaya bahwa jika dibangun tangga yang berhadapan maka tidak akan ada roh jahat yang menggangu.

Berikut Bagian Bagian Rumah Adat Walewangko :

  • Lesar, Sekay, Pores : Berfungsi sebagai teras dan tempat untuk menjamu tamu. Dan untuk pores hanya digunakan untuk menerima tamu seperti kerabat dan saudara.
  • Kolong : Terbagi menjadi 2, berfungsi sebagai dapur dan gudang.
  • Serambi : Berfungsi sebagai kamar istirahat.
  • Sodor : Tempat menyimpan hasil panen yang terletak di bawah atap.

Penghuni Rumah Adat

baju adat sulawesi utara minahasa

pinteres.com

Suku yang menghuni rumah adat ini adalah suku minahasa. Suku yang sejak lama tinggal di Gorontalo dan menjadi suku khas Sulawesi Utara.

Suku ini tergolong primitif karena masih menggunakan alat dan pakaian tradisional dalam kehidupan sehari harinya.

Suku minahasa bermata pencaharian sebagai petani seperti padi, jagung, maupun ketela. Tak hanya itu, Kelapa juga merupakan mata pencaharian utama masyarakat minahasa karena penghasil kelapa terbesar di Indonesia terdapat di Provinsi Sulawesi.

Selain bangunan rumah yang unik, Masyarakat minahasa sangat pandai dalam pembuatan anyaman tikar. Anyaman ini yang biasa digunakan sebagai pembatas antara bilik satu dengan bilik lainya.

Baca Juga :

2. Rumah Adat Sulawesi Utara Bolaang Mongodow

rumah adat sulawesi utara bolaang mongodow

celebes.co

Rumah adat selanjutnya yang akan kita bahas adalah rumah adat Sulawesi Utara Bolaang Mongodow. Rumah adat ini merupakan rumah khas wilayah mongodow. Perlu kamu ketahui, bolaang monggodow adalah daerah yang ada di Sulawesi Utara dan sekarang menjadi kabupaten Mongodow.

Wilayah bolaang monodow merupakan wilayah paling luas di Sulawesi utara yang terdapat  4 kabupaten di dalamnya.

Dari ke empat wilayah ini masih sangat kental dengan ritual dan upacara leluhur mereka. Begitu juga dengan adat istiadat dan kebiasaan yang sangat condong pada sisi ajaran terdahulu.

Sejarah awal rumah adat ini memang sengaja dibangun dengan berbagai jenis dan ukuran. Jenis jenis rumah bolaang mongodow yang ada di Sulawesi Utara di bedakan sesuai dengan tempat dan penghuni rumah.

Berikut Jenis Jenis Rumah Bolaang Mongodow :

  • Komaling : Rumah megah, Dahulu digunakan sebagai tempat tinggal para raja dan bangsawan, hanya orang tertentu yang boleh masuk rumah ini.
  • Genggulang : Rumah yang digunakan untuk mengawasi kebun yang akan panen atau digunakan untuk sekedar istirahat.
  • Silidan : Rumah yang dihuni oleh rakyat biasa yang bukan keturunan bangsawan.
  • Lurung : Fungsinya hampir sama dengan Genggulang namun ukuranya lebih kecil.

Rumah adat yang satu ini memiliki kesamaan bentuk dengan rumah adat suku minahasa yaitu walewangko. Dari segala aspek hampir sama namun terdapat perbedaan yang membuat rumah ini berbeda.

Arsitektur Rumah Adat

Baca Juga :

Terdapat kesamaan bentuk antara rumah adat bolaang mongodow dengan rumah adat suku minahasa. Dari segi pembuatan, bahan, bentuk, dan model rumah semua hampir sama. Namum yang membedakan adalah atap rumah dari rumah bolaang mongodow.

Atap rumah ini terdapat bumbungan curam yang biasa di pakai sebagai loteng. Kemudian pada perbedaan lainya terdapat pada tangga rumah yang hanya satu dan tidak berhadapan.

Rumah mongodow terbuat dari bahan kayu hutan dan pada teras rumah ini tidak terdapat dinding di setiap sisi. Untuk tinggi rumah mencapai kurang lebih 3-4 meter dengan pilar yang cukup banyak sebagai peyangga rumah.

Penghuni Rumah Adat

baju adat sulawesi utara

diadona.id

Suku Mongodow adalah suku etnis yang menghuni rumah adat mongodow. Dahulu suku ini memiliki kerajaan yang cukup besar bernama kerajaan bolaang mongodow yang dipimpin pertama kali oleh raja Mokodoludut.

Kemudian pada tahun 1958 suku ini bergabung dengan Indonesia dan sekarang bolaang mongodow dijadikan sebagai kabupaten yang ada di Gorontalo.

Suku mongodow bermata pencaharian sebagai pemburu hewan di hutan, mencari sagu, dan menangkap ikan. Pada masa itu suku Mongodow belum mengenal bercocok taman serta alat yang digunakan pun sangat sederhana yang terbuat dari bahan alam.

Suku ini juga memiliki ritual upacara yang di khususkan untuk suatu hal penting seperti Upacara Mopuluai I Adi yang di adakan untuk menamai bayi yang baru lahir. Ada lagi Upacara Pongondeagaan yang di khusukan untuk anak gadis yang sedang haid untuk pertama kali.

Dan masih banyak lagi upacara upacara lainya yang ada di suku ini, Upacara ini menandakan bahwa masih terdapat adat leluhur yang masih dilestarikan hingga kini.

Categories: Traveling

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: